Jateng

Farah Azra dan Bima Surya Jadi Denok Kenang Semarang 2026, Agustina: Harus Jadi Storyteller Budaya

×

Farah Azra dan Bima Surya Jadi Denok Kenang Semarang 2026, Agustina: Harus Jadi Storyteller Budaya

Sebarkan artikel ini
Farah Azra dan Bima Surya Jadi Denok Kenang Semarang 2026, Agustina: Harus Jadi Storyteller Budaya
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyerahkan hadiah pada Farah Azra dan Bima Surya Denok Kenang Semarang 2026. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Grand Final Pemilihan Denok Kenang Kota Semarang 2026 berlangsung meriah di Balai Kota Semarang, Minggu malam, 24 Mei 2026.

Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi panggung pencarian duta wisata. Tetapi juga mempertegas peran generasi muda sebagai penggerak budaya, pariwisata, dan pembangunan Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan Denok Kenang kini memiliki peran yang lebih luas dari sekadar ikon pariwisata.

Menurutnya, para finalis harus mampu menjadi wajah masa depan Kota Semarang sekaligus membawa narasi budaya ke ruang digital yang dekat dengan generasi muda.

“Malam ini kita tidak hanya memilih siapa yang paling rupawan atau paling percaya diri. Malam ini kita sedang memilih wajah masa depan Kota Semarang,” ujar Agustina dalam sambutannya.

Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap ajang Denok Kenang 2026 sangat tinggi. Kehadiran pendukung dari berbagai daerah di Jawa Tengah menjadi bukti terbentuknya komunitas pemuda yang solid dan saling mendukung melalui ajang tersebut.

Mengusung tema Menyinari Budaya, Menguatkan Pariwisata, Pemerintah Kota Semarang ingin menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan kota sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

Agustina menyebut kawasan Kota Lama, keragaman budaya, hingga suasana kota yang toleran merupakan modal besar yang harus terus di promosikan oleh generasi muda.

BACA JUGA: Sevaldo Bargi Putra dan Mutia Dewi Larasati Terpilih Jadi Denok Kenang 2025 Kota Semarang

Menurutnya, Denok Kenang di era digital harus bertransformasi menjadi storyteller dan culture ambassador yang mampu mengemas budaya lokal. Melalui konten kreatif, film pendek, festival kampung, hingga media sosial agar tetap relevan di tingkat global.

“Anak muda harus mampu menerjemahkan budaya lokal dengan bahasa baru yang dekat dengan generasi sekarang,” katanya.

Selain fokus pada budaya dan pariwisata, Pemerintah Kota Semarang juga mendorong finalis Denok Kenang untuk aktif mengampanyekan isu lingkungan dan keberlanjutan kota.

Pada 2026, Pemkot Semarang menargetkan penguatan sistem pangan berkelanjutan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Agustina menantang para finalis untuk menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan, mulai dari membiasakan pemilahan sampah hingga menjaga kebersihan ruang publik.

“Kesadaran kecil seperti memungut sampah di ruang publik harus menjadi budaya baru generasi muda,” ucapnya.

Ajang Grand Final Denok Kenang 2026 juga disinergikan dengan kampanye sadar pajak daerah.

Wali Kota menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan pendapatan daerah melalui pajak hotel, restoran, dan hiburan.

“Jika Denok Kenang menjaga cerita, maka para wajib pajak adalah mereka yang memastikan cerita itu terus tumbuh melalui pembangunan,” tegas Agustina.

Sementara itu, pada malam puncak grand final, Farah Azra Bramantya berhasil dinobatkan sebagai Denok Semarang 2026. Sedangkan Bima Surya Wandana terpilih sebagai Kenang Semarang 2026.

Keduanya memperoleh hadiah uang pembinaan sebesar Rp7,5 juta, tabungan Bank Jateng senilai Rp5 juta, serta sejumlah hadiah pendukung lainnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp