“Mahasiswa kami tidak hanya dilibatkan sebagai juri, tetapi juga mentor bagi peserta. Ini menjadi pengalaman berharga untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah,” kata Fuad.
Koordinator Penyuluh Agama Kecamatan Kedungtuban, Nanik Nafi’atun, menegaskan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan FASI 2026. Ia menyebut kolaborasi tersebut sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat di bidang keagamaan.
“Melalui FASI, kami bisa bersinergi untuk membina generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan takwa,” ujarnya.
BACA JUGA: Masyarakat Tembalang dan Candisari Desak Mbak Ita Kembali Maju di Pilwakot Semarang
Dengan kolaborasi antara Badko LPQ, IAI Al Muhammad Cepu, dan Penyuluh Agama Kecamatan Kedungtuban, FASI 2026 harapannya tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bersama yang melibatkan akademisi, praktisi pendidikan Al-Qur’an, dan pembimbing keagamaan.
Adapun tema FASI tahun ini adalah “Kokoh Beraqidah, Rajin Beribadah, Berbudi Pekerti Luhur, Cinta Tanah Air dan NKRI.” (*)
Editor: Farah Nazila




