Gaya Hidup

Fenomena Goodzilla El Nino 2026, Berikut Dampaknya di Sejumlah Daerah

×

Fenomena Goodzilla El Nino 2026, Berikut Dampaknya di Sejumlah Daerah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Cuaca Ekstrim
Ilustrasi Cuaca Ekstrim (sumber: freepik.com)

SEMARANG, beritajateng.tv – Isu mengenai fenomena El Nino “Godzilla” tengah ramai di berbagai sosial media karena memicu terjadinya cuaca ekstrem.

Fenomena ini sendiri merupakan kondisi pemanasan suhu permukaan laut yang berlangsung di wilayah Samudra Pasifik bagian ekuator.

Salah satu dampak yang diperkirakan muncul adalah musim kemarau yang berlangsung lebih lama dari biasanya.

Adapun berikut beberapa dampak negatif yang berpotensi terjadi di Indonesia akibat fenomena tersebut.

BACA JUGA: Libur Syawalan? Cek Dulu Cuaca Tempat Wisata di Jateng Hari Ini 28 Maret 2026

Dampak Fenomena Goodzilla El Nino

Fenomena El Nino terkenal dengan istilah “Godzilla” bersama dengan IOD positif yang perkiraan akan berlangsung secara bersamaan selama musim kemarau di Indonesia, yakni dari April hingga Oktober 2026.

Berdasarkan data model prediksi musim yang di kembangkan BRIN untuk periode April–Juli 2026, sebagian besar wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur prediksinya mengalami kemarau dengan kondisi yang cukup kering.

Sementara itu, kawasan seperti Sulawesi, Maluku, hingga Halmahera perkiraan masih akan menerima curah hujan yang relatif tinggi.

Kondisi cuaca yang semakin kering berdampak langsung pada ketersediaan air. Sejumlah daerah, khususnya di wilayah selatan Indonesia, berpotensi menghadapi kekeringan yang cukup parah.

BACA JUGA: Prediksi Cuaca Wisata Jawa Tengah 23 Maret 2026, Hujan Mengintai

Melalui unggahannya di X pada Rabu, 19 Maret 2026, Profesor Riset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi situasi ini sejak dini, termasuk dengan memastikan ketersediaan air.

Ia menegaskan bahwa kawasan di selatan garis ekuator lebih rentan terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino dan IOD positif.

Di sisi lain, sektor pertanian juga diperkirakan akan terdampak. Berdasarkan pengalaman saat El Nino sebelumnya, penurunan curah hujan dapat menyebabkan gagal panen, termasuk di wilayah sentra produksi pangan seperti pantai utara Jawa dan sebagian wilayah Sumatra.

Paparan suhu tinggi dalam durasi yang lama dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari sakit kepala akibat panas berlebih, gangguan jantung karena meningkatnya kerja tubuh, hingga kondisi serius seperti heat stroke yang membutuhkan penanganan medis segera.

Selain itu, dehidrasi juga menjadi ancaman yang kerap terjadi, terutama ketika tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Dalam kondisi ekstrem, hal ini dapat berdampak pada tekanan darah serta fungsi organ tubuh. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp