Lonjakan partisipasi ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap seni teater. Tahun ini, tema “Realitas Mimpi-Mimpi” mengajak penonton untuk mengeksplorasi batas antara mimpi dan realitas. Menghadirkan perpaduan logika dan fantasi yang unik.
Pendekatan surealisme tentunya menantang pelajar untuk melihat mimpi sebagai inspirasi nyata dalam kehidupan.
Babak penyisihan menghadirkan 23 kelompok teater tingkat SMP dan 18 dari tingkat SMA. Karya mereka dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para profesional di bidang teater. Seperti Alfiyanto, Andreas Teguh, dan Asa Jatmiko. Penilaian meliputi aspek penyutradaraan, pemeranan, artistik, hingga inovasi dan kreativitas.
Babak Final Festival Teater Pelajar XIV
Pada babak final FTP 2024, kelompok teater terpilih tampil di tiga malam berturut-turut:
– 13 Desember: Teater Spero (SMP 2 Kudus), Teater Dwija Arutala (MA Mu’alimat NU), dan Teater Lembah Manah (MTs 1 Kudus).
– 14 Desember: Teater Jangkar Bumi (MA Qudsiyyah), Teater Cordova (SMP IT Al-Islam), Teater Al Ma’ruf (SMA NU Al Ma’ruf), dan Teater Amuba (SMP 3 Kudus).
– 15 Desember: Teater Patas (SMA 1 Bae) dan Teater Prima (SMP 1 Dawe).
Para finalis memperebutkan penghargaan seperti Aktor dan Aktris Terbaik, Penata Musik Terbaik, Sutradara Terbaik, hingga gelar Teater Terbaik.
Penjurian final oleh tokoh-tokoh teater ternama. Di antaranya Rangga Riantiarno dari Teater Koma, Hanindawan dari Teater Gidig Solo, dan Dolfry Inda Suri dari Teater Keliling.
Sementara itu, Asa Jatmiko, Pembina Komunitas Teater Djarum, mengapresiasi semangat luar biasa dari para pelajar Kudus.
“Dukungan dari sekolah-sekolah peserta menunjukkan betapa seni teater semakin menjadi bagian penting dari budaya generasi muda. Kami berharap festival ini terus berkembang menjadi ruang kreatif yang mendorong lahirnya bakat-bakat baru,” katanya.
Sementara itu, Rangga Riantiarno menambahkan, “Semangat dan bakat luar biasa para peserta menunjukkan bahwa masa depan seni pertunjukan di Indonesia sangat cerah. Generasi muda ini adalah aset besar untuk melestarikan budaya seni teater.”





