Sementara itu, ketua panitia Festival Waisak Anak 2026, Hellena Lee, mengatakan acara tersebut juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antar anak Buddhis dari berbagai daerah.
“Tujuannya supaya menjalin kebersamaan. Anak-anak dari berbagai daerah bisa saling kenal dan menyalurkan minat bakatnya,” kata Hellena.
Festival ini menghadirkan berbagai perlombaan seperti mewarnai, menyanyi, tari kreasi, fashion show, hingga storytelling bertema Buddhis.
Menurut Hellena, peserta lomba mencapai sekitar 300 anak berasal dari sekolah minggu, vihara, hingga sekolah formal di Jawa Tengah. Sementara total peserta dan pengunjung yang hadir lebih dari 800 orang.
“Anak-anak jadi lebih mengenal nilai-nilai luhur Sang Buddha dan cerita-cerita Buddhis. Mereka juga bisa membangun relasi dengan teman-teman dari berbagai daerah,” ujarnya.
Peserta datang dari berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY seperti Semarang, Grobogan, Pati, Salatiga, hingga Magelang. Suasana festival pun penuh dengan keceriaan anak-anak yang tampil percaya diri menunjukkan bakat mereka di panggung.
Salah satu orang tua peserta dari Sumowono, Kabupaten Semarang, Ika Setyorini mengaku senang anaknya bisa mengikuti festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini fektif untuk melatih mental anak agar lebih percaya diri.
“Anak saya masih TK, melatih mental anak, anak belajar lebih percaya diri sama belajar untuk berpartisipasi Waisak,” katanya.
BACA JUGA: Waisak di Wihara Tanah Putih, Umat Buddha Theravada Semarang Tekankan Moralitas Luhur untuk Perdamaian Dunia
Pihaknya pun berharap kegiatan serupa terus berlangsung dengan persiapan yang lebih matang agar semakin banyak anak-anak Buddhis yang bisa ikut berpartisipasi.
“Harapannya ke depan waktunya lebih panjang, jadi persiapannya lebih matang, karena anak-anak perlu mengenal sang Buddha sejak dini,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





