Jateng

Firasat Keluarga Korban Putri Meninggal Ditabrak WNA, Ingin Bikin Status Tapi Ada Suara Menolak

×

Firasat Keluarga Korban Putri Meninggal Ditabrak WNA, Ingin Bikin Status Tapi Ada Suara Menolak

Sebarkan artikel ini
kecelakaan mahasiswi semarang
Suasana rumah duka Putri Damar Timur korban kecelakaan di Semarang Barat pada Rabu, 3 Desember 2025 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tragedi kecelakaan di Jalan Abdurrahmansaleh, Semarang Barat, yang menewaskan Putri Danar Timur (22), menyisakan cerita memilukan.

Namun bagi ayah Putri, Riyanto (56), duka itu terasa semakin berat karena ia mengaku telah merasakan firasat sebelum musibah terjadi.

Satu momen masih membekas di benak sang ayah. Saat ingin merekam momen wisuda Putri, ponselnya justru gagal mengambil gambar.

“Bapak kepingin ngambil gambar tapi ternyata Bapak mencet entah salah atau apa sepersekian itu tak lihat loh kok enggak keluar, fotonya enggak keluar,” ucapnya saat beritajateng.tv jumpai di kediamannya pada Jumat, 5 Desember 2025.

Riyanto lalu meminta Putri mengirimkan foto wisudanya. Dua hari kemudian, Putri mengirimkan foto-foto tersebut. Ia berniat mengunggah salah satu foto itu sebagai status WhatsApp, namun hatinya terasa berat.

“Ada satu foto yang Bapak ingin upload. Tapi terasa ada sesuatu yang menolak. Seakan-akan ada suara yang mengatakan ini bukan kabar menggembirakan,” ujar Riyanto dengan nada sendu.

Ia sempat melihat Putri sempat mengedit foto-foto tersebut sebelum mengirimkannya. Namun ketika foto itu sampai, sesuatu terasa janggal.

“Bapak buka-buka kok ada yang kurang sreg. Rasanya aneh,” ungkapnya.

BACA JUGA: WNA China Penabrak Mahasiswi Semarang Ternyata Pemegang Izin Tinggal Terbatas hingga 2026

Hingga akhirnya, foto wisuda Putri sang ayah unggah dengan tulisan, “Innalillahi wa innalillahi rojiun. Semoga husnul khotimah. Selamat jalan anakku,” tepat di hari kematian.

Riyanto juga menjelaskan bahwa Putri berinisiatif merapikan berkas-berkas miliknya dan keluarga, lalu menyatukannya dalam satu map bening. Ia mengira itu hanya bagian dari persiapan Putri untuk mencari pekerjaan.

“Bu berkas-berkasnya tak [saya] rapihkan ya supaya besok kalau nyari gampang,” kenangnya menirukan ucapan sang anak.

Satu hal yang tak pernah ia duga, foto wisuda yang seharusnya menjadi kebanggaan, justru menjadi tanda bahwa kebahagiaan hari itu tak bertahan lama.

Putri baru saja menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unnes jurusan Pendidikan Non Formal. Ia wisuda pada tanggal 22 November 2025.

Berdasarkan keterangan dokter, Riyanto menjelaskan bahwa anaknya mengalami patah tulang di bagian dada dan tulang rusuk sebelah kiri. Ia mengaku menandatangani surat persetujuan tindakan operasi untuk mengeluarkan udara yang terjebak di paru-paru anaknya.

Namun, saat operasi ternyata bukan udara yang keluar, melainkan darah. Putri akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami pendarahan hebat di bagian limpa.

“Bapak sempat melihat dia dipacu jantung, tapi enggak tega jadi bapak keluar [ruangan],” katanya saat beritajateng.tv temui di rumahnya pada Jumat, 5 Desember 2025.

Almarhumah kemudian dimakamkan di TPU Bergota 1 pada Kamis, 4 Desember 2025 pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan laporan kepolisian yang dihimpun Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, mobil Hyundai Creta Trend warna putih tahun 2024 yang dikemudikan Wu Lili melaju dari arah Selatan (Suratmo) menuju Utara (Kalibanteng).

Saat melintas di lokasi, pengemudi yang dugaan kuat dalam pengaruh minuman beralkohol kehilangan konsentrasi dan laju kendaraan menjadi tidak stabil.

BACA JUGA: Sosok Putri Korban Tewas Ditabrak WNA di Abdurrahmansaleh, Lulusan Baru UNNES dengan Jiwa Sosial Tinggi

Mobil tiba-tiba oleng ke kanan, kemudian menabrak dua pengendara sepeda motor dari arah berlawanan.

Honda Beat hitam (2017) yang Putri D.T kendarai, mahasiswi kelahiran 2003 asal Semarang Barat. Kemudian, Honda PCX merah (2021) di kendarai Mei R.D (lahir 2007), mahasiswi asal Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.

Kasubnit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita, memastikan penanganan perkara berlangsung sesuai prosedur. Petugas telah mengamankan pelaku, memeriksa kadar alkohol, menyita barang bukti kendaraan, serta meminta keterangan saksi.

“Masih kita dalami. Masih dalam rangkaian penyelidikan,” ujarnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp