SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah persaingan ketat antar perguruan tinggi, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berhasil menarik perhatian mahasiswa baru lewat pendekatan yang relevan dengan karakter dan kebiasaan digital.
Kepala Bagian PMB UPGRIS, Noventia Karina Putri, S.E., M.M. megatakan bahwa pendekatan promosi yang menyasar Gen Z, yang merupakan calon mahasiswa baru, menjadi kunci keberhasilan kampus dalam menjangkau calon mahasiswa baru.
“Perubahan perilaku konsumen, terutama Gen Z, sangat terasa. Mereka sangat aktif di media sosial, jadi kami maksimalkan TikTok dan Instagram untuk menyampaikan informasi PMB,” kata Noventia saat beritajateng.tv temui di kantornya pada Senin, 21 Juli 2025.
Dosen Program Studi Manajemen itu juga mengungkapkan bahwa kampusnya rutin melakukan live streaming di TikTok dan Instagram, serta aktif membuat konten kreatif yang informatif namun tetap menghibur.
“Konten yang berbau komedi dan hal-hal yang menarik mungkin drama Korea gitu ya yang terbalut juga dengan informasi tentang peneman mahasiswa baru UPGRIS. Kami juga sangat sering dan rutin untuk melakukan live baik di TikTok maupun Instagram,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pengakuan Rektor UPGRIS soal Track Record Mei Sulistyoningsih, Jabat Dosen Pendidikan Biologi
Strategi ini terbukti efektif dalam menarik minat Gen Z yang dikenal selektif, cepat bosan, dan lebih responsif terhadap pendekatan visual dan interaktif.
Selain promosi melalui konten kreatif, Noventia juga menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Jawa Tengah.
PMB UPGRIS hampir capai 5 ribu pendaftar
Hingga saat ini, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UPGRIS telah memasuki gelombang ketiga dan telah mendapatkan hampir 5.000 pendaftar. PMB masih akan terus buka hingga September 2025 mendatang.
Noventia menyampaikan bahwa kampus masih membuka kesempatan bagi calon mahasiswa, terutama yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, untuk mendaftar melalui jalur beasiswa.
“Alhamdulillah, proses berjalan baik. UPGRIS juga masih memberikan kesempatan kepada teman-teman pemilik KIP untuk mendaftar melalui jalur beasiswa KIP Kuliah,” ujarnya.
Kampus berbasis keguruan nomor satu di Indonesia
Meski dikenal sebagai kampus keguruan, UPGRIS telah memperluas program studi ke bidang non-keguruan untuk menjawab kebutuhan zaman. Namun kekuatan UPGRIS di bidang pendidikan masih menjadi daya tarik utama.
“Kami bersyukur, branding UPGRIS sebagai kampus keguruan masih sangat kuat. Terlebih lagi dengan pendekatan digital yang relevan, kami tetap bisa bersaing dengan kampus-kampus lain,” tambah Noventia.
UPGRIS dikenal sebagai kampus berbasis keguruan, namun juga telah mengembangkan sejumlah program studi non-keguruan. Menariknya, menurut Noventia, hampir seluruh prodi di UPGRIS saat ini menjadi favorit dan memiliki peminat yang merata.
BACA JUGA: Daftar SMA/SMK Swasta Gratis di Kota dan Kabupaten Semarang, Bantuan Rp2 Juta per Siswa
Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya tarik kampus di tengah persaingan ketat antar perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
“UPGRIS masih sangat kuat dalam basis keguruannya dan dipercaya sebagai perguruan tinggi PGRI nomor satu di Indonesia,” tegas Noventia.
Meskipun tidak menetapkan batas kuota penerimaan mahasiswa, UPGRIS tetap memiliki target internal sebagai bentuk motivasi bagi seluruh tim. Noventia optimistis dapat menuntaskan gelombang terakhir dengan hasil optimal. (*)
Editor: Farah Nazila





