Baginya, persoalan tersebut juga bukan semata-mata tentang Persib Bandung. Akan tetapi juga tentang keselamatan setiap orang dan pentingnya memastikan bahwa kekerasan tidak mendapat tempat dalam sepak bola Indonesia.
Adhitia bilang, koordinasi antara manajemen Persib dan Polresta Batang harapannya dapat mendukung penanganan perkara secara profesional dan objektif.
Melalui komunikasi yang konstruktif, setiap informasi yang relevan dapat dengan penindaklanjutan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak, sehingga proses penanganan berjalan sebagaimana mestinya.
Penyidikan Transparan
Kanit 3 Satreskrim Polresta Batang, Ipda Pipin Setyo Utomo, mengatakan, kehadiran manajemen Persib memotivasi tim penyidik.
“Terima kasih kepada manajemen Persib. Telah bersilaturahmi ke Satreskrim Polresta Batang untuk menanyakan perkembangan daripada tindak pidana penganiayaan kepada pemain Persib U18 di rest area 360. Kemudian memberikan support supaya Polresta Batang dalam melakukan penyidikan tindakan pendana ini dapat dengan transparan dan seterang-terangnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pipin juga mengimbau kepada seluruh pihak terutama kedua belah suporter baik Persib Bandung maupun Persija Jakarta, untuk menjaga kondusivitas sepakbola Indonesia dan menyerahkan proses hukum berjalan dengan semestinya.
BACA JUGA: Polisi Amankan Terduga Pelaku Penyerangan Rombongan Persib U-18 di Batang, Ditangkap di Karawang
“Satreskrim Polresta Batang mengimbau kepada yang pertama untuk supporter atau pendukung dari PERSIB Bandung agar jangan terprovokasi atau terpengaruh dengan adanya kejadian tersebut di rest area 360,” kata Pipin.
Seperti pemberitaan sebelumnya, insiden KM 360 menjadi perhatian serius setelah rombongan Persib Bandung mengalami kekerasan fisik, kerusakan bus. Selain itu dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial dan perlengkapan pertandingan tim Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan karena menyangkut keselamatan personel, ofisial, dan para pemain muda yang sedang menjalani proses pembinaan sepak bola. (*)
Editor: Diaz A Abidin





