Sementara itu, Wahyudi, perwakilan PT Japfa, mengaku lebih memilih peternak rakyat untuk melakukan pendampingan ketimbang peternak besar atau corporate.
BACA JUGA: Tragis! Petani di Blora Tewas Tersengat Setrum Jebakan Tikus Bikinan Sendiri
“Karena saat harga anjlok, biasanya yang bertahan adalah peternak rakyat, sedang yang besar langsung kolaps. Peternak rakyat ini kandangnya kisaran 500-1500 ekor; inilah yang akan kami dampingi bersama Mas Ꭰicky di Blora,” tuturnya.
Wahyudi menyebut telah menyiapkan beberapa penyuluh lapangan yang akan mendampingi para peternak rakyat di Blora.
“Kesulitan mereka rata-rata di manajemen. Baik manajemen finansialnya maupun manajemen cara beternaknya. Jadi ini bukan sekadar sosialisasi, namun memberikan ilmu beternak yang baik. Kami akan mendampingi para peternak rakyat di Blora,” tandas Wahyudi. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





