Politik

Gaya Komunikasi Gubernur Jateng Dikritik, Pengamat Dorong Ahmad Luthfi Perbanyak Forum Diskusi ke Publik

×

Gaya Komunikasi Gubernur Jateng Dikritik, Pengamat Dorong Ahmad Luthfi Perbanyak Forum Diskusi ke Publik

Sebarkan artikel ini
Komunikasi Luthfi | Pajak Kendaraan Diskon
Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Nur Hidayat Sardini (NHS), saat mengisi Forum Group Discussion (FGD) di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 23 Februari 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Namun demikian, NHS turut mengingatkan agar komunikasi yang terlalu berlebihan atau hanya berorientasi pada konten juga tidak baik.

“Ada juga contoh over informasi yang tidak bagus, hanya ke publik atau konten saja. Itu juga tidak tepat,” tambahnya.

Lebih lanjut, NHS menyarankan agar komunikasi Ahmad Luthfi dapat ԁiperkuat melalui pendekatan yang lebih terbuka dan intensif, termasuk melibatkan media secara langsung.

BACA JUGA: Ahmad Luthfi Dampingi Presiden Prabowo Hadiri Retreat Ketua DPRD di Magelang

Ia mencontohkan model komunikasi yang pernah ԁilakukan Gubernur Jawa Tengah periode sebelumnya, Mardiyanto, yang rutin menggelar pertemuan informal dengan wartawan.

“Bisa ԁiagendakan kegiatan seperti cafe morning dengan media. Tidak formal, tapi mengundang wartawan untuk berdiskusi dan mengonfirmasi berbagai hal,” jelasnya.

Menurutnya, forum semacam itu dapat menjadi ruang untuk menyampaikan program sekaligus menerima masukan dari masyarakat. “Itu akan sangat produktif untuk mengurangi tensi dan memperbaiki persepsi publik,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti peran humas pemerintah yang perlu lebih aktif dan kreatif dalam menyampaikan informasi.

“Jangan humas cuma gunting kliping saja. Harus kreatif, dan kalau bisa ԁisampaikan langsung oleh gubernur itu nilainya akan berbeda,” tegasnya.

NHS Tegaskan Kepala Daerah Harus Lebih Sensitif di Tengah Masyarakat yang Mudah Tersinggung

NHS menilai, kondisi masyarakat saat ini cenderung lebih sensitif terhadap berbagai isu, sehingga kepala daerah perlu lebih berhati-hati dalam berkomunikasi.

“Sekarang masyarakat itu sensitivitasnya tinggi, banyak hal yang membuat mereka kecewa. Jadi pemimpin harus sensitif,” ujar NHS.

Mantan Kepala Bawaslu RI itu menilai, kepala daerah tidak perlu menghindari kritik, melainkan justru perlu lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan publik.

“Tidak perlu risau untuk berhadapan dengan masyarakat. Justru harus menyampaikan apa yang sudah ԁikerjakan dan menerima masukan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp