SEMARANG, beritajateng.tv – KPU RI telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nasional untuk Pemilu 2024 sebesar 204.807.222 jiwa. Dari jumlah tersebut, 52 persen di antaranya merupakan pemilih muda.
Menyikapi hal itu, KPU RI bersama dengan KPU Provinsi Jawa Tengah menggelar acara ‘KPU Goes to Campus, School & Pesantren’ di Auditorium FISIP Undip, Senin, 23 Oktober 2023.
Kepala Bagian Pendidikan Pemilih Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Setjen KPU RI, Arif Maruf, menyebut ‘KPU Goes to Campus’ dilaksanakan di 9 provinsi. Provinsi Jawa Tengah pun terpilih sebagai salah satu tempat penyelenggaraan acara tersebut.
“Diharapkan dengan kegiatan ini, tingkat partisipasi menjadi meningkat dalam setiap penyelenggaraan Pemilu,” ujar Arif dalam sambutannya.
Menurutnya, pemilih muda menjadi subyek penting dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Sehingga, pemilih muda sadar untuk menggunakan hak pilihnya.
BACA JUGA: Ajak Cek Rekam Jejak Peserta Pemilu 2024, Bawaslu RI: Jangan Beli Kucing dalam Karung
“Pemilih muda itu juga agen sosialisasi yang mampu memberikan pengaruh kepada masyarakat betapa pentingnya menggunakan hak pilih,“ tandas Arif.
Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono, membenarkan bahwa pemilih pemuda mendominasi sebesar 52 persen dalam Pemilu 2024 mendatang.
“Pemilih Gen Z itu 52 persen dan suatu keistimewaan Jawa Tengah bisa terpilih dari 9 provinsi dari acara ‘KPU Goes to Campus’ ini,” ujar Handi.
Pihaknya berharap, mahasiswa yang hadir dalam acara ini dapat menjadi garda terdepan dalam proses Pemilu 2024. Sehingga, lanjut Handi, jangan sampai pemilih muda memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilihnya.
Lebih dari 14 juta pemilih di Jateng mayoritas anak muda milenial dan Gen Z
Jumlah pemilih di Jateng mencapai angka 28.289.413, yakni sebanyak 14.113.893 laki-laki dan 14.175.520 perempuan. Data itu tersampaikan oleh Kepala Divisi Sosdiklihparmas KPU Jateng, Akmaliyah.
“Pemilih ini didominiasi milenial dan Gen Z. Milenial persentasenya 32,05 persen atau sebanyak 9.065.832 dan Gen Z sebanyak 20,83 persen atau 5.891.384,” ujar Akmaliyah.
Tentunya, Akmaliyah menilai angka itu sangat besar dan dapat menentukan nasib bangsa ke depannya.
“Angka itu sangat besar, anak muda itu sangat menentukan bangsa ke depannya. Gak milih, gak keren,” ujarnya.
BACA JUGA: Baliho Jokowi-Ganjar Banyak Tersebar di Wilayah Jawa Tengah, Begini Tanggapan Bawaslu Jateng
Turut hadir sebagai narasumber dalam acara ‘KPU Goes to Campus’ ialah Nur Hidayat Sardini. Dosen sekaligus Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip UNDIP itu mengaku peran kaum muda sangat luar biasa.
“Kaum muda itu luar biasa sebagai garda terdepan dan elan vital bangsa juga kekuatan moral bangsa,” papar NHS.
Sehingga, menurutnya penting bagi anak muda untuk tidak menyia-nyiakan hak pilih. Lantaran satu suara baginya sangat penting dalam Pemilu 2024 mendatang.
“Sejarah dinamika politik kaum muda Indonesia itu berbanding lurus dengan sejarah perjuangan bangsa. Jadi, jangan sampai anak muda memilih untuk apatis dan menyia-nyiakan hak pilihnya,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





