Gaya Hidup

Genap Satu Dekade, KOSMOS Semarang Peringati HUT RI dengan Konvoi Merah Putih dan Kontes Mobil

×

Genap Satu Dekade, KOSMOS Semarang Peringati HUT RI dengan Konvoi Merah Putih dan Kontes Mobil

Sebarkan artikel ini
Genap Satu Dekade, KOSMOS Semarang Peringati HUT RI dengan Konvoi Merah Putih dan Kontes Mobil
KOSMOS Semarang Peringati Satu Dekade dan HUT RI dengan Konvoi Merah Putih dan Kontes Mobil. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perayaan satu dekade perjalanan Komunitas Mobil Semarang (KOSMOS) berlangsung dengan cara yang berbeda.

Bukan hanya memamerkan mobil modifikasi, komunitas otomotif ini juga mengajak anggotanya memahami aturan konvoi dan keselamatan berlalu lintas.

Event Semarang Merdeka Auto Fest 2026 berlangsung di Awanncosta, kawasan POJ City, Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan itu sekaligus memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Rangkaian acara meliputi konvoi Merah Putih, kontes modifikasi mobil, hingga talk show keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang.

Ketua KOSMOS Adi Baskara Perwira atau Barra mengatakan, perayaan satu dekade menjadi momentum untuk menjaga keberlanjutan organisasi yang kini menaungi 92 komunitas otomotif roda empat di Kota Semarang.

“Rangkaian acara hari ini meliputi kontes mobil yang melibatkan 70 peserta sesuai kapasitas tempat. Kemudian konvoi Merah Putih menghadirkan 50 unit mobil sebagai perwakilan dari masing-masing komunitas,” ujar Barra.

Menurut Barra, mempertahankan komunitas selama 10 tahun bukan perkara mudah. KOSMOS dapat bertahan karena anggota terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong.

Selama perjalanan tersebut, KOSMOS juga rutin menggelar berbagai kegiatan positif. Mulai dari perayaan hari kemerdekaan hingga kegiatan sosial yang melibatkan anggota komunitas dan masyarakat.

BACA JUGA: Kosmos Semarang Gelar Aksi Sosial, Santuni 350 Anak Panti Asuhan

“Harapannya, saat regenerasi nanti organisasi dapat berjalan dengan baik sehingga KOSMOS akan tetap hidup,” kata Barra.

Ia berharap estafet kepemimpinan nantinya mampu membawa KOSMOS berkembang tanpa kehilangan karakter sebagai wadah komunitas otomotif.

Apresiasi juga datang dari IMI Kota Semarang. Ketua IMI Kota Semarang Sugeng Hadiyanto menilai eksistensi KOSMOS selama satu dekade menunjukkan bahwa komunitas otomotif dapat menjadi ruang untuk kegiatan yang positif.

Genap Satu Dekade, KOSMOS Semarang Peringati HUT RI dengan Konvoi Merah Putih dan Kontes Mobil
Kontes mobil di Satu Dekade KOSMOS Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

“Kami dari IMI sangat mengapresiasi. Ini membuktikan bahwa klub-klub otomotif di Indonesia yang tergabung di IMI pasti membawa dampak positif,” ujar Sugeng.

Menurut dia, berbagai kegiatan komunitas dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan antarpenggemar otomotif sekaligus mengarahkan hobi ke aktivitas yang lebih produktif.

“Selamat satu dekade KOSMOS. Semoga semakin jaya dan luar biasa. Melalui regenerasi, semoga KOSMOS makin maju ke depannya,” tuturnya.

Konvoi Tak Boleh Asal Jalan

Perayaan satu dekade KOSMOS juga menjadi ruang edukasi bagi para penggemar otomotif. Satlantas Polrestabes Semarang mengingatkan komunitas agar tidak mengabaikan aspek keselamatan ketika menggelar konvoi di jalan raya.

Kanit Kamsel Satlantas Polrestabes Semarang AKP Adji Setiawan mengatakan komunitas otomotif memiliki posisi strategis untuk menyampaikan budaya tertib berlalu lintas kepada anggotanya.

“KOSMOS merupakan wadah yang bagus. Melalui kepemimpinan Mas Barra, kami dari kepolisian mendapat kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas secara langsung kepada para penggiat otomotif,” kata Adji.

Ia menegaskan komunitas tidak boleh melakukan pengawalan konvoi secara mandiri. Pengawalan di jalan raya merupakan kewenangan kepolisian.

“Rekan-rekan komunitas tidak kami perkenankan menggunakan lampu strobo dan melakukan pengawalan konvoi sendiri. Apabila ada kegiatan konvoi di jalan raya, silakan bermohon kepada kami,” tegasnya.

Polisi, lanjut Adji, dapat memfasilitasi pengawalan dengan voorijder. Jika rangkaian kendaraan cukup panjang, pengawalan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Menurutnya, aturan tersebut bukan untuk membatasi aktivitas komunitas. Justru, prosedur pengawalan diperlukan agar konvoi tidak mengganggu pengguna jalan lain dan tetap berlangsung aman.

Modifikasi Mobil Jangan Salah Tempat

Selain konvoi, polisi juga mengingatkan peserta kontes agar memahami batas antara kendaraan khusus kompetisi dan kendaraan yang digunakan sehari-hari.

Adji mengatakan masyarakat tetap boleh menyalurkan kreativitas melalui modifikasi kendaraan. Namun, perubahan pada kendaraan harus memperhatikan ketentuan lalu lintas jika kendaraan tersebut akan digunakan di jalan umum.

“Silakan menyalurkan hobi modifikasi, tetapi ada aturan undang-undang lalu lintas yang harus dipatuhi. Harus dibedakan mana modifikasi untuk ajang lomba dan mana yang diaplikasikan ke jalan raya,” jelasnya.

Ia mencontohkan perubahan bentuk kendaraan secara ekstrem yang tidak sesuai peruntukan. Modifikasi seperti mengubah van menjadi pikap atau menggunakan pelat nomor yang tidak memenuhi standar tidak diperbolehkan digunakan di jalan raya.

“Kendaraan yang dimodifikasi khusus dan tidak memenuhi standar jalan raya hanya boleh digunakan saat kontes atau dijadikan koleksi pribadi,” pungkas Adji. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp