Jateng

Geram Prabowo Dihujat, Wamen Sudaryono Sindir “Poles Beras Busuk”: Mereka Dasarnya Memang Gak Senang

×

Geram Prabowo Dihujat, Wamen Sudaryono Sindir “Poles Beras Busuk”: Mereka Dasarnya Memang Gak Senang

Sebarkan artikel ini
Sudaryono Prabowo
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, usai menghadiri Gebyar Tani Merdeka Provinsi Jawa Tengah di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Minggu, 30 November 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, melempar sindiran terhadap narasi “Poles-poles Beras Busuk” yang ia sebut menjelekkan kinerja Presiden RI Prabowo Subianto terhadap para petani.

Sindiran itu Sudaryono layangkan saat ia bertanya kepada anggota Tani Merdeka yang hadir pada Gebyar Tani Merdeka Provinsi Jawa Tengah di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Minggu, 30 November 2025. Sudaryono bertanya kepada mereka, apakah siap membela Prabowo dari narasi yang menurutnya berbau fitnah dan hujatan.

Sudaryono mengaku heran, sebab ia menilai Prabowo sudah bekerja keras untuk menyejahterakan petani. Namun, kata Sudaryono, narasi negatif terhadap Prabowo masih terus mencuat.

Kemudian, Sudaryono pun menyindir unggahan poster salah satu media massa bertajuk “Poles-poles Beras Busuk” yang tayang di Instagram dan Twitter pada 16 Mei 2025 lalu.

BACA JUGA: Cek Kualitas Pangan, DP4 Blora Temukan Beras Lokal dan Minyakita Siap Distribusi

Ia pun membantah adanya hal tersebut. Sudaryono mengklaim, seluruh petani merasa terbantu dengan program Prabowo di bidang pertanian selama ia menjabat.

“Saya ingin menegaskan di forum ini, apakah Tani Merdeka siap membela Pak Prabowo? Diomong, dihujat, difitnah; orang sudah kerja keras masih difitnah. Bilang katanya ‘poles-poles beras busuk’, misalnya. Beras busuk dari mana? Petani kita semua merasakan,” ucap Sudaryono.

Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah itu membenarkan tak seluruhnya program Prabowo, utamanya di bidang pertanian, berjalan sempurna. Namun, narasi yang media massa tersebut layangkan ia nilai sebagai ketidaksukaan secara personal terhadap Prabowo.

“Apakah programnya beliau [Prabowo] sempurna? Barangkali tidak. Ada satu-dua masalah, kami selesaikan masalahnya. Tapi kalau ada orang yang memfitnah, ngelek-elek (menjelekkan)? Kritik boleh, tapi kalau ada orang enggak senang, orang tuh dasarnya memang enggak senang gitu, terus ngelek-elek, ya susah,” ucap dia.

Ajak Anggota Tani Merdeka Bela Prabowo dari Hujatan, Sudaryono: Bapak Mungkin Memaafkan, tapi Kita Tak Boleh Diam

Dalam forum itu, Sudaryono menegaskan bahwa Prabowo telah menjawab sebagian besar aspirasi petani. Ia menyebut, para petani merasakan langsung manfaat program di sektor pertanian selama 2024–2025.

“Jadi sudah saya sampaikan, Pak Presiden sejauh ini telah menjawab sebagian dari aspirasi petani di seluruh Indonesia,” kata Sudaryono.

Ia kemudian mempertanyakan alasan narasi negatif terhadap Prabowo terus bermunculan. Padahal, menurutnya, program Pemerintah RI sudah kelompok tani rasakan luas. Sudaryono menyebut kritik yang berkembang belakangan tidak proporsional.

“Yang ingin saya sampaikan kepada saudara-saudara adalah kita sebagai petani, Anda sebagai petani, orang tua saya yang berprofesi sebagai petani merasakan manfaat yang besar dari kepemimpinan Bapak Presiden kita Prabowo Subianto yang mbelani petani,” terangnya.

BACA JUGA: Ringankan Beban Warga di Jateng, Ahmad Luthfi Serahkan Bantuan 6 Ton Beras kepada Kelompok Rentan

Sudaryono meminta anggota Tani Merdeka tak diam ketika Prabowo mendapat serangan narasi yang ia anggap bernada fitnah. Ia menilai, meski Prabowo pribadi mungkin memaafkan kritik-kritik tersebut, para petani seharusnya menunjukkan sikap solidaritas.

“Mana kala presiden kita kok dielek-elek, difitnah, mungkin Pak Prabowo boleh memaafkan, tapi kita yang telah merasakan manfaat dari programnya, tidak boleh tinggal diam,” tegasnya.

Di hadapan ratusan peserta Gebyar Tani Merdeka, Sudaryono menyerukan ajakan untuk membela Prabowo dari serangan yang ia anggap tidak berdasar. Ajakan itu ia tujukan terutama kepada para anggota Tani Merdeka yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Nah, maka saya ingin mengajak Anda semua, Tani Merdeka. Hei, pasukan tani merdeka di seluruh Indonesia, khususnya yang hadir di sini di Jawa Tengah, kita tidak boleh tinggal diam. Siap membela presiden kita apa tidak?” teriak Sudaryono disambut sorakan peserta.

Ia kembali meminta respons peserta yang hadir sambil menyinggung perlunya sikap tegas dari anggota Tani Merdeka. “Siap mbelani apa tidak? Maka Pak Wawan, yang loyo-loyo, keple-keple, ganti,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp