SEMARANG, beritajateng.tv – Nama Tom Lembong kini mulai menjadi sorotan warganet setelah Gibran sebut namanya pada debat yang berlangsung tadi malam. Hal itu bermula ketika Cak Imin memaparkan jawaban Gibran yang membahas tentang perubahan ekstrim iklim yang mengancam pangan.
Usai Cak Imin memaparkan tersebut, moderator mempersilahkan Gibran untuk menanggapinya. Sontak saja, Gibran menyebut bahwa Tom Lembong merupakan sosok di belakang Cak Imin yang membuatkan catatan tersebut.
Lantas, siapakah sosok Tom Lembong ini sebenarnya? Berikut ini beritajateng.tv akan bagikan profil singkat dari nama tersebut yang Gibran sebut ketika debat Cawapres berlangsung tadi malam.
Profil Tom Lembong
BACA JUGA: CEK FAKTA: Gibran Klaim Cadangan Nikel Indonesia Terbesar di Dunia, Benar Urutan Teratas?
Thomas Trikasih Lembong atau yang lebih dikenal sebagai Tom Lembong adalah seorang mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Menteri Perdagangan.
Pria yang lahir di Jakarta ini pernah menjabat sebagai Kepala BKPM dari tanggal 27 Juli 2016 hingga 20 Oktober 2019. Sebelumnya, ia juga pernah mengepalai Kementerian Perdagangan (Mendag) menggantikan Rahmat Gobel pada tahun 2015.
Sebelum terlibat dalam dunia pemerintahan, ia merupakan tokoh yang dikenal dengan nama Tom Lembong, memiliki karier yang impresif di berbagai lembaga keuangan internasional, termasuk Deutshce Bank, Morgan Stanley, dan Farindo Investments.
Karier awalnya dimulai di Morgan Stanley and Company sebagai Sales and Trading Associate. Selanjutnya, ia berkarier di Morgan Stanley Divisi Ekuitas di Singapura, menjabat sebagai Senior Manager di Departemen Corporate Finance Makindo. Kemudian, ia menjadi investment banker di Deutsche Securities.
Antara tahun 2002 dan 2005, ia menjabat sebagai Division Head dan Senior Vice President di Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN). Selama itu, ia bekerja dengan Principia Management Group.
Ia juga mendirikan Quvat Capital, sebuah perusahaan investasi yang mengelola dana lebih dari USD 500 juta. Perusahaan investasi ini memiliki portofolio yang mencakup 11 perusahaan di berbagai sektor, termasuk logistik kelautan, konsumen, dan keuangan.
Selain itu, ia ternyata juga pernah menerima penghargaan Young Global Leader (YGL) dari World Economic Forum (Davos) pada tahun 2008. Ia memperoleh gelar AB (Bachelor of Arts) dari program studi Architecture and Urban Design di Harvard University pada tahun 1994.
Demikianlah profil singkat dari sosok Tom Lembong yang Gibran sebut ketika debat Cawapres berlangsung. (*)




