Kesehatan

GKR Hemas Soroti Darurat Kesehatan Mental Perempuan, Desak Negara Hadir Lebih Serius

×

GKR Hemas Soroti Darurat Kesehatan Mental Perempuan, Desak Negara Hadir Lebih Serius

Sebarkan artikel ini
GKR Hemas Soroti Darurat Kesehatan Mental Perempuan, Desak Negara Hadir Lebih Serius
FGD bertema “Menyingkap Beban Ganda dan Trauma: Eksplorasi Kesehatan Mental Perempuan di Era Kontemporer” di Universitas PGRI Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

“Kepedulian Ibu GKR Hemas sangat penting. Kami dari Subwilayah Barat II siap memperjuangkan hasil diskusi ini agar masuk dalam agenda pembahasan DPD RI,” ujar Muhdi yang juga menjabat Ketua PGRI Jawa Tengah.

Arri Handayani, dosen Psikologi Universitas PGRI Semarang, menjelaskan bahwa perempuan sering memikul beban ganda dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak ditangani, tekanan tersebut dapat berubah menjadi kelelahan emosional atau burnout.

“Burnout bukan kelemahan. Itu tanda bahwa seseorang sudah terlalu lama berada dalam tuntutan yang tidak seimbang,” ungkapnya.

Guru Besar Psikologi UNIKA Soegijapranata, Christin Wibhowo, menambahkan bahwa fluktuasi hormon juga berperan besar dalam stabilitas emosi perempuan.

Menurutnya, perubahan hormon bisa memicu PMS, PMDD, hingga depresi pascapersalinan, terutama ketika perempuan tidak mendapatkan dukungan memadai.

“Banyak kondisi emosional perempuan dipengaruhi faktor biologis yang sering diremehkan. Pemahaman publik soal aspek hormonal penting agar perempuan tidak lagi distigma dan bisa segera mendapatkan bantuan,” jelasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp