Haris melanjutnya, proses pendaftaran akan melalui tahap verifikasi oleh tim Trans Semarang. Jika permohonan ditolak, pemohon akan mendapat pemberitahuan beserta alasan penolakan.
Haris mengakui, kebijakan ini tentu akan menurunkan pendapatan Trans Semarang. Potensi penurunan pendapatan mencapai Rp 4,7 miliar.
Namun, harapannya dengan kebijakan ini dapat meningkatkan minat warga Kota Semarang menggunakan transportasi umum dalam segala aktivitasnya. Sehingga, bisa menekan angka kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di ibu Kota Jawa Tengah.
“Pendapatan pasti turun. Tahun lalu kami meraih Rp 32 miliar setahun. Dengan program ini, di perkirakan akan berkurang sekitar Rp 4,7 miliar per tahun,” bebernya.
Di samping itu, dalam rangka Hari Jadi Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang juga menggratiskan seluruh penumpang BRT mulai 2 – 8 Mei 2025.
“Dari kategori apa pun akan mendapatkan layanan gratis tanpa syarat mulai 2 – 8 Mei. Meski demikian, pendataan tetap sebagai basis data evaluasi ke depan,” ungkapnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah