SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan menghadirkan berbagai layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dalam rangka Hari Jadi ke-479 Kota Semarang.
Program ini melibatkan puskesmas dan rumah sakit daerah, mulai dari scaling gigi hingga skrining kanker serviks dan tuberkulosis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam menjelaskan, layanan scaling gigi gratis berlangsung pada 13 hingga 18 April 2026 dan akan berlanjut kembali pada awal Mei mendatang.
“Program scaling gigi gratis ini kami sediakan di 40 puskesmas dan dua rumah sakit daerah. Setiap hari ada kuota terbatas, sehingga kami harap masyarakat bisa memanfaatkan dengan maksimal,” ujarnya.
Selain layanan kesehatan gigi, Pemkot juga menyediakan pemeriksaan kanker serviks menggunakan metode HPV DNA.
Pemeriksaan ini tertuju bagi perempuan yang sudah menikah atau pernah berhubungan, sebagai langkah deteksi dini.
“Kami menyediakan kuota sekitar 10 ribu pemeriksaan HPV DNA yang tersebar di 40 puskesmas. Ini penting sebagai skrining awal untuk mendeteksi potensi kanker leher rahim sejak dini,” jelasnya.
Ia menegaskan, hasil positif dari skrining tidak selalu berarti kanker, melainkan bisa berupa peradangan yang masih dapat tertangani dengan pengobatan.
BACA JUGA: Launching HUT ke-479 Kota Semarang, Pemkot Fokus Layanan Gratis dan Program Nyata untuk Warga
“Kalau hasilnya positif, belum tentu keganasan. Bisa saja hanya peradangan yang masih bisa kita obati. Justru dengan skrining ini kita bisa mencegah kondisi menjadi lebih parah,” katanya.
Untuk mengikuti layanan tersebut, masyarakat cukup datang ke puskesmas dan mengikuti program cek kesehatan gratis yang sudah berjalan. Warga kemudian dapat meminta tambahan pemeriksaan sesuai kebutuhan, termasuk skrining HPV DNA.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga menggelar skrining tuberkulosis menggunakan rontgen dada portable di enam puskesmas, antara lain di wilayah Gunungpati, Bandarharjo, Lebdosari, Mangkang, dan Kedungmundu.
“Kasus TBC saat ini banyak yang tidak bergejala. Tiba-tiba berat badan turun, itu harus kita waspadai. Karena itu kami lakukan skrining aktif di beberapa wilayah,” ujarnya.
Program ini juga memiliki layanan pemeriksaan kesehatan lainnya. Termasuk kegiatan skrining terpadu yang berlangsung di sejumlah titik, seperti di kawasan Balai Kota Semarang.
Dinas Kesehatan menambahkan, upaya pencegahan kanker serviks juga melalui vaksinasi bagi pelajar perempuan tingkat SD dan SMP yang telah berjalan dalam dua tahun terakhir.
“Untuk anak-anak, kami lakukan vaksinasi sebagai pencegahan. Sementara untuk perempuan dewasa, kami dorong skrining rutin agar bisa terdeteksi sejak dini,” jelasnya.
Melalui rangkaian layanan kesehatan gratis ini, Pemkot Semarang berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Harapannya masyarakat tidak menunggu sakit. Dengan deteksi dini, penanganan bisa lebih cepat dan risiko bisa ditekan,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





