Meski kehilangan set, Phonska tetap percaya diri. Menariknya, Lodi tetap mempertahankan komposisi pemain pelapis di set keempat. Keputusan itu justru membuahkan hasil manis.
Para pemain muda Phonska tampil tanpa beban dan mampu meredam agresivitas lawan. Mereka unggul jauh 16-9 dan menjaga ritme permainan hingga menutup laga dengan skor 25-19.
“Kami memang ingin mencoba pemain pelapis sekaligus menghindari cedera pada pemain inti,” jelas Lodi.
Salah satu pemain Phonska, Geofani, mengakui sempat merasakan tekanan saat turun tanpa pemain asing.
“Kami sempat deg-degan karena lawan tampil dengan kekuatan penuh, tapi kami coba bermain lepas,” ujarnya.
Di kubu lawan, asisten pelatih sekaligus direktur teknik Electric PLN Mobile, Anantachai Yoonprathom, mengakui keunggulan Phonska.
“Kami sudah melakukan evaluasi, tapi di pertandingan ini tidak berjalan sesuai rencana. Harus mengakui Phonska bermain sangat baik,” katanya.
Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan Phonska Plus ke grand final, tetapi juga mempertegas status mereka sebagai salah satu tim terkuat di Proliga 2026.
Konsistensi, kedalaman skuad, serta keberanian memainkan pemain muda menjadi modal penting dalam perburuan gelar juara.
Jadwal Proliga 2026 – Jumat (17/4/2026):
16.00 WIB: Jakarta Garuda Jaya vs Jakarta Bhayangkara Presisi (putra)
19.00 WIB: Jakarta Pertamina Enduro (putri)
Dengan performa yang terus menanjak, Gresik Phonska Plus kini tinggal selangkah lagi menuju puncak kejayaan Proliga 2026. (*)
Editor: Elly Amaliyah





