Jateng

Hadapi Libur Nataru, Pemkot Semarang Fokus Transportasi, BBM, dan Cuaca Ekstrem

×

Hadapi Libur Nataru, Pemkot Semarang Fokus Transportasi, BBM, dan Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Hadapi Libur Nataru, Pemkot Semarang Fokus Transportasi, BBM, dan Cuaca Ekstrem
Walikota Semarang dan Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi persiapan perayaan Natal dan Tahun baru di Kota Semarang. (Doc. Humas)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar Rapat Koordinasi Forkopimda untuk memastikan kesiapan pengamanan, pelayanan publik, dan stabilitas kebutuhan dasar masyarakat.

Walikota Semarang, Agustina Wilujeng memimpin rakor yang menghadirkan seluruh unsur Forkopimda, jajaran OPD, camat, lurah, hingga mitra strategis. Seperti Pertamina, Bulog, Bank Indonesia, BMKG, dan instansi vertikal lainnya.

Dalam rapat tersebut, Agustina menegaskan bahwa masa libur akhir tahun selalu menjadi momen dengan aktivitas kota paling padat.

BACA JUGA: Simulasi Drainase Pakai Bola di Simpang Lima, DPU Semarang Telusuri Titik Sumbatan Air

Sebagai simpul pergerakan di Jawa Tengah, Semarang prediksinya akan menerima lebih dari 2,5 juta orang selama periode liburan.

“Tugas kita memastikan Semarang tetap aman, nyaman, dan tertib bagi semua yang datang. Koordinasi lintas sektor harus berjalan kuat agar masyarakat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan damai,” ujar Agustina.

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Pembentukan Satgas Sungai

Potensi cuaca ekstrem, banjir, dan longsor menjadi fokus utama Pemkot Semarang. Agustina mengingatkan pengalaman sebelumnya ketika pompa air rusak akibat tersedot sampah besar seperti ban dan kasur, yang mengakibatkan dua unit pompa tidak berfungsi.

Untuk mencegah kejadian serupa, ia memerintahkan pembentukan Satgas Kebersihan Sungai di setiap wilayah.

“Di mana ada sungai, di situ harus ada satgas sampah. Jangan menunggu siapa yang membuang. Kalau sampah sudah masuk wilayah kita, segera ambil dan bersihkan,” tegasnya.

Sistem pengawasan persampahan juga pihaknya perbarui. Mekanisme ACC truk angkut sampah kini kembali kepada lurah dan camat untuk meningkatkan akuntabilitas layanan.

Di sisi transportasi, Polrestabes, TNI, Dinas Perhubungan, dan OPD terkait telah memetakan titik rawan. Sekaligus mendirikan posko-posko untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama puncak liburan Nataru.

Pertamina menjamin ketersediaan BBM bagi pemudik dan pengguna jalan yang melintasi Semarang. Sementara itu, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, dan Bank Indonesia diminta memperkuat pengawasan harga komoditas yang berpotensi melonjak, terutama cabai dan kebutuhan pokok lainnya.

“Kita pernah dinyatakan sebagai salah satu kota besar yang berhasil menekan inflasi. Reputasi ini harus kita jaga, dan intervensi lapangan harus di perkuat,” ujar Agustina.

Layanan Publik dan Posko Masyarakat

Pemkot Semarang juga menyiapkan berbagai posko pelayanan masyarakat, termasuk posko mudik dan pos kesehatan. Agustina menekankan pentingnya pengawasan makanan dan minuman yang dibagikan kepada masyarakat agar tetap memenuhi standar keamanan.

Selain kesiapan akhir tahun, Walikota turut mengingatkan bahwa tahun 2026 akan dihadapkan pada kontraksi anggaran akibat pengurangan dana transfer daerah lebih dari 440 miliar rupiah. Kondisi ini menuntut strategi baru, efisiensi, serta prioritas yang lebih ketat, terutama pada sektor infrastruktur dan mitigasi bencana.

Melalui Rakor Forkopimda ini, Agustina berharap terbangun sinergi yang semakin kuat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia menutup rapat dengan ajakan optimisme.

“Semarang harus tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan njawani. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa melewati akhir tahun dengan tertib dan memasuki 2026 dengan semangat baru,” tutupnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp