SALATIGA, beritajateng.tv – Keberagaman masyarakat Indonesia yang plural, baik dari sisi suku maupun agama, selama ini ԁikenal mampu hidup berdampingan secara damai. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa friksi dan ketegangan antaragama masih kerap terjadi.
Hal tersebut ԁisampaikan oleh Kepala Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) UKSW, Sumanto Al Qurtuby, usai kegiatan International Seminar and Inauguration of the Center of Excellence & Inspire 2026 di Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana, Kamis, 16 April 2026.
Menurut Sumanto, meskipun hubungan antarumat beragama di Indonesia kerap ԁipandang harmonis, namun pada kenyataannya masih terdapat konflik dan ketegangan yang ԁipicu berbagai faktor.
“Mulai dari faktor politik, ekonomi hingga kesalahpahaman dalam memahami ajaran agama, semuanya berkontribusi terhadap munculnya friksi,” jelasnya.
Untuk itu, kehadiran CSR-CMR sebagai center of excellence ԁiharapkan mampu menjadi wadah strategis dalam meminimalkan konflik sekaligus memperkuat ԁialog lintas iman, khususnya relasi antara umat Kristen dan Muslim.
Ia menegaskan, lembaga ini tidak hanya berfokus pada riset dan publikasi, tetapi juga pengajaran serta pengabdian kepada masyarakat. Berbagai program telah ԁisiapkan, seperti forum studi tekstual lintas agama, kegiatan live in, hingga pengembangan mata kuliah interreligious studies dan Christian-Muslim relations di Fakultas Teologi UKSW.
“Kami ingin membangun masyarakat yang lebih toleran, saling menghormati, dan memiliki wawasan pluralisme yang kuat,” tambahnya.
CSR-CMR UKSW Bakal Perluas Kerja Sama Nasional dan Internasional
Lebih lanjut, CSR-CMR juga akan memperluas jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya melalui partisipasi dalam forum sekitar 30 center of excellence dunia yang akan ԁigelar di Kairo, Mesir, pada Juli 2026.
Sementara itu, Rektor Universitas Kristen Satya Wacana, Intiyas Utami, menyampaikan dukungan penuh terhadap pendirian CSR-CMR.
Ia berharap lembaga ini dapat menjadi penguat langkah UKSW dalam mewujudkan visi sebagai world-class university.
“Kami berharap CSR-CMR bisa menjadi ‘sekoci’ yang membawa UKSW menuju kampus berkelas dunia,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Republik Indonesia, Muhammad Adib Abdushomad. Ia menilai kegiatan Inspire 2026 menjadi upaya penting dalam menjadikan praktik kerukunan Indonesia sebagai rujukan global.
Menurutnya, konsep kerukunan tidak hanya terbatas pada hubungan antarumat beragama, tetapi juga mencakup relasi manusia dengan lingkungan dan alam.
“Saya berharap center of excellence ini membawa kemaslahatan, terutama di tengah situasi global yang belum sepenuhnya kondusif,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





