Tak hanya pelatihan membuat Kitosan, pihaknya juga memberi pelatihan pembuatan wedang uwuh, secang dan jahe bubuk. “Kami coba gali potensi wilayah Wonolopo ini, karena disini banyak rempah dan tanaman toga makanya dilakukan pelatihan ini. Masih banyak potensi lain, terlebih di Wonolopo ini penghasil Pete dan jengkol yang bisa dibuat sambal kemasan, ” Imbuh Mbak Ita.
Menurut Mbak Ita, dengan menggali dan memanfaatkan potensi wilayah dari hulu hingga hilir dari sektor pertanian hingga produk UMKM dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. “Kami mendorong desa wisata kampung organik Wonolopo ini lebih berkembang sehingga dapat memberikan kesejahteraan warga disini,” terangnya. (*)
Editor : Elly Amaliyah





