Menurut Edy, lonjakan ini tidak lepas dari dinamika global yang memengaruhi harga emas. Ia menjelaskan bahwa emas tidak memiliki regulator sehingga harganya sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar internasional.
“Negara-negara besar sekarang memperkuat cadangan emasnya untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik. Ketika konflik meningkat, mereka harus mampu bertahan tanpa bergantung pada pihak lain. Itu sebabnya cadangan emas menjadi krusial,” paparnya.
Ia juga menyinggung bagaimana embargo ekonomi, konflik global, hingga upaya Amerika Serikat mempertahankan kekuatan dolar turut mempengaruhi permintaan emas dunia.
Melihat tingginya volatilitas ekonomi global, Edy mengajak masyarakat Jateng dan DIY memperkuat literasi investasi, terutama melalui instrumen yang tahan inflasi seperti emas.
“Emas itu safe haven. Untuk mempersiapkan masa depan yang lebih tertata, masyarakat perlu mulai menabung sejak sekarang,” katanya.
Pegadaian Permudah Transaksi Lewat Aplikasi Tring!
Untuk menjangkau lebih banyak nasabah, terutama generasi muda, Pegadaian kini mengandalkan aplikasi terbaru bernama Tring!. Aplikasi ini merupakan penggabungan layanan konvensional dan syariah dalam satu platform dengan sistem lebih cepat dan stabil.
Edy menegaskan bahwa target utama aplikasi ini adalah generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alpha yang kini menjadi motor penggerak ekonomi digital.
“Kami ingin mendigitalkan pengalaman nasabah. Transaksi jadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih aman,” tuturnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





