BACA JUGA: Tebus Murah di Sam Poo Kong Semarang, Bayar Seikhlasnya Dapat Beras 3Kg
Kennedy mengapresiasi adanya fleksibilitas harga tersebut. Namun, ia khawatir jika yang untung dalam kasus ini bukan petani, melainkan tengkulak.
“Sekali-sekali petaninya dapat harga bagus. Cuma yang saya khawatir yang dapat keuntungan besar itu justru di tengkulak,” akunya.
Lebih lanjut, Kennedy menuturkan selama ini Bulog langsung membeli di beberapa outlet pertanian yang ada di Jawa Tengah. Selain itu, Bulog juga kerap membeli di kelompok tani, petani, maupun mitra penggilingan.
“Kita [Bulog] sekarang sudah ada sentra produksi padi dan beras, untuk Jateng baru ada di wilayah Sragen dan Kendal. Fokusnya menyerap hasil petani dalam bentuk GKP (gabah kering panen),” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





