Ekbis

Harga Jus di Semarang Naik Imbas Cup Plastik Mahal, Pembeli Mulai Bawa Tumbler Sendiri

×

Harga Jus di Semarang Naik Imbas Cup Plastik Mahal, Pembeli Mulai Bawa Tumbler Sendiri

Sebarkan artikel ini
Plastik Jus
Suasana kedai jus di Pleburan yang ramai meski ada kenaikan harga imbas mahalnya kemasan plastik, Selasa, 7 April 2026 sore. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana kedai jus buah di kawasan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, tetap ramai oleh pembeli meski terjadi kenaikan harga plastik. Lalu lalang pelanggan yang datang silih berganti terlihat sejak siang hingga sore hari, menunjukkan minuman segar ini masih diminati.

Di tengah ramainya aktivitas, pedagang mengaku harus menyesuaikan harga jual akibat kenaikan harga cup dan plastik sebagai bahan kemasan utama. Kenaikan ini berdampak langsung pada harga jual jus per cup.

Fauzi, karyawan salah satu kedai jus, mengatakan penyesuaian harga sudah dilakukan sejak sebelum Lebaran. Kenaikan tersebut berkisar Rp1.000 per cup.

“Kalau soal naiknya, pas sebelum Lebaran itu sudah naik. Sekarang masih sama. Naiknya sekitar Rp1.000 per cup,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di lapak kawasan Pleburan, Selasa, 7 April 2026 sore.

BACA JUGA: Harga di Luar Nalar, Distributor Produk Plastik Semarang Keluhkan Lonjakan hingga 100 Persen

Menurutnya, kenaikan harga cup dan plastik menjadi faktor utama yang mendorong penyesuaian tersebut. Meski demikian, harga jus masih tergolong terjangkau, yakni mulai dari Rp6.000 hingga Rp15.000.

Menariknya, kenaikan harga ini belum berdampak signifikan terhadap jumlah pembeli. Kedai jus di kawasan Pleburan tetap dipadati pelanggan yang datang untuk membeli minuman segar.

“Kalau pengurangan belum kelihatan. Tapi sekarang sudah banyak yang bawa tumbler,” kata Fauzi.

Perubahan perilaku konsumen mulai terlihat seiring kenaikan harga kemasan plastik. Sejumlah pembeli memilih membawa wadah sendiri sebagai alternatif. Namun, Fauzi menyebut harga tetap sama, meski pembeli tidak menggunakan cup plastik.

“Harganya tetap sama [meski pakai tumbler], tapi biasanya kami tambahin isi biar penuh,” jelasnya.

Pembeli Jus Tak Keberatan Harga Jus Naik, Jadi Pengingat Kurangi Plastik Sekali Pakai

Sementara itu, Arsy, salah satu pembeli, mengaku tidak terlalu keberatan dengan kenaikan harga yang terjadi. Menurutnya, kenaikan Rp1.000 hingga Rp2.000 masih wajar.

“Enggak sih, soalnya naiknya cuma Rp1.000–Rp2.000. Juga kan enggak tiap hari beli,” katanya.

Ia menilai, kondisi ini justru bisa menjadi pengingat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. “Kalau bisa jadi kita ngurangin plastik, misalnya bawa tumbler sendiri, ya bagus juga,” ujarnya.

Meski ada penyesuaian harga akibat kenaikan cup dan plastik, daya beli masyarakat terhadap jus buah di Pleburan masih relatif stabil. Harga yang tetap terjangkau dan kebutuhan akan minuman segar membuat kedai jus tetap ramai pembeli.

BACA JUGA: Bikin Pusing Pedagang, Harga Perabot Plastik Naik hingga 10 Persen di Pasar Johar: Rp30 Ribu jadi Rp35 Ribu

Kenaikan harga plastik juga dirasakan langsung oleh Firza (30), distributor plastik di Toko Wahid Prima, Gayamsari, Kota Semarang. Ia mengungkapkan kenaikan harga mulai terasa sejak minggu pertama puasa. Awalnya, kenaikan masih tergolong wajar, sekitar 10 persen, terutama pada produk gelas plastik.

“Dari awal puasa itu sudah ada kabar kenaikan. Tapi waktu itu masih bisa diterima, mungkin sekitar 10 persen,” ujarnya pada Selasa, 7 April 2026.

Namun, kondisi berubah drastis menjelang Lebaran. Dalam hitungan minggu, harga terus melonjak tajam hingga berkali-kali lipat.

“Mulai minggu kedua, ketiga sampai mau Lebaran itu naiknya sudah di luar nalar. Bisa 20 persen, 30 persen, bahkan sampai 100 persen lebih,” jelasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp