Ekbis

Harga Plastik Melonjak hingga 80 Persen, Pedagang di Blora Naikkan Harga hingga Toko Sepi Pembeli

×

Harga Plastik Melonjak hingga 80 Persen, Pedagang di Blora Naikkan Harga hingga Toko Sepi Pembeli

Sebarkan artikel ini
Toko Plastik
Irfan, penjual kantong plastik di pasar tradisional Blora. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Kenaikan harga plastik yang cukup tajam berdampak pada menurunnya jumlah pembeli di sejumlah toko plastik di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tak hanya itu, lonjakan harga ini juga memaksa pedagang lain menaikkan harga jual barang.

Salah satu pemilik toko plastik, Irfan, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik terjadi sejak pertengahan bulan Ramadan. Bahkan, lonjakannya mencapai hingga 80 persen.

“Naiknya cukup tinggi, hampir 80 persen sejak pertengahan puasa,” ujarnya.

Ia mencontohkan, harga kantong plastik kecil yang sebelumnya Rp27 ribu kini naik menjadi Rp38 ribu. Sementara itu, harga styrofoam yang semula Rp27 ribu kini menjadi Rp34 ribu.

BACA JUGA: Harga di Luar Nalar, Distributor Produk Plastik Semarang Keluhkan Lonjakan hingga 100 Persen

Kenaikan juga terjadi pada kantong plastik sembako yang banyak masyarakat butuhkan. Dari harga sebelumnya Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp30 ribu hingga Rp31 ribu.

Menurut Irfan, kenaikan harga tersebut berdampak pada penurunan jumlah konsumen. Banyak pembeli yang kini lebih selektif dan hanya membeli plastik untuk kebutuhan mendesak.

“Pembeli jadi berkurang, sekarang hanya yang benar-benar butuh saja seperti penjual es, bakso, dan sembako,” jelasnya.

Dampak serupa juga pedagang lainnya rasakan. Leni, penjual bumbu dapur, mengaku terpaksa menaikkan harga dagangannya karena biaya kemasan plastik ikut meningkat.

BACA JUGA: Bikin Pusing Pedagang, Harga Perabot Plastik Naik hingga 10 Persen di Pasar Johar: Rp30 Ribu jadi Rp35 Ribu

Ia menyebut, kenaikan harga ini kerap ԁipertanyakan konsumen. Namun, ԁirinya berusaha memberikan pemahaman bahwa kondisi tersebut terjadi akibat kenaikan harga bahan kemasan.

Meski demikian, hingga saat ini para pedagang belum memiliki rencana untuk beralih ke bahan alternatif seperti daun jati karena ԁinilai kurang praktis.

Kenaikan harga plastik ini menjadi tekanan tambahan bagi pelaku usaha kecil, terutama di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp