Jateng

Harga Tiket Bus Lebaran 2026 Diprediksi Naik, Organda Semarang: Tuslah Maksimal 15 Persen

×

Harga Tiket Bus Lebaran 2026 Diprediksi Naik, Organda Semarang: Tuslah Maksimal 15 Persen

Sebarkan artikel ini
One Way Lokal Semarang // arus balik
Arus lalu lintas mudik di jalur tol wilayah Kabupaten Semarang, Sabtu, 29 Maret 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Harga tiket bus antarkota diperkirakan mengalami kenaikan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Semarang menyebut kenaikan tersebut merupakan tuslah musiman yang biasanya terjadi setiap periode mudik.

Ketua Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo, mengatakan penyesuaian tarif bus saat Lebaran masih dalam batas yang wajar dan mengikuti ketentuan pemerintah.

“Tuslahnya tentunya naik. Biasanya tidak lebih dari 15 persen,” ujar Bambang saat beritajateng.tv konfirmasi pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Menurutnya, kenaikan tarif tersebut merupakan hal yang lazim karena Lebaran merupakan momen tahunan dengan lonjakan permintaan perjalanan yang cukup tinggi. Banyak masyarakat yang bekerja di luar kota pulang ke kampung halaman pada periode tersebut.

“Jadi karena Lebaran ini memang acara tahunan, sehingga masyarakat yang merantau di kota lain akan pulang ke wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

BACA JUGA: Siap Tayang di Bioskop Lebaran Tahun Ini, Berikut Review Film Na Willa: Dunia Anak yang Penuh Imajinasi

Meski ada penyesuaian tarif, Organda mengingatkan pengusaha bus agar tidak menaikkan harga tiket melebihi ketentuan yang telah pemerintah tetapkan.

Bambang menegaskan, jika ada operator bus yang menaikkan tarif secara berlebihan, maka akan ada sanksi dari pihak berwenang.

“Tentunya aturan lebih dari tuslah itu ada sanksi yang di berikan oleh Dinas Perhubungan maupun kepolisian. Tapi kami dari Organda juga mengingatkan kepada pengusaha jangan sampai menaikkan tuslah yang berlebih,” katanya.

Selain soal tarif, Organda Kota Semarang juga meminta para pengusaha angkutan memastikan kesiapan armada dan pengemudi sebelum melayani pemudik. Pihaknya telah mengirimkan surat imbauan kepada operator angkutan barang maupun penumpang agar meningkatkan aspek keselamatan.

Menurut Bambang, pemeriksaan kendaraan dan kondisi sopir menjadi hal penting untuk mencegah kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Armada harus dicek dengan baik, dan pengemudi juga harus dalam kondisi baik, baik secara jasmani maupun rohani. Jangan sampai karena kecapekan kemudian menggunakan obat-obatan yang sifatnya memacu stamina,” ujarnya.

BACA JUGA: Jadwal Mudik Gratis Provinsi Jawa Tengah 2026 dari Arah Jabodetabek, Amankan Tiketmu Sekarang!

Di sisi lain, Organda juga menyoroti program mudik gratis yang pemerintah gelar. Bambang berharap program tersebut dapat melibatkan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP) yang sudah beroperasi.

Menurutnya, hal ini penting agar program mudik gratis tidak mengurangi pendapatan pengusaha bus yang selama ini melayani masyarakat setiap hari.

“Harapan kami dari BUMN maupun Polri yang menyelenggarakan mudik gratis bisa memakai teman-teman dari AKAP atau AKDP yang sudah berjalan, sehingga tidak mengurangi pendapatan mereka di saat harusnya mereka memanen tiap tahunnya,” tandasnya.

Organda berharap dengan kesiapan armada, pengemudi, serta dukungan infrastruktur jalan yang semakin baik, arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan angka kecelakaan transportasi dapat ditekan. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp