“Peringatan tahun ini mengingatkan nilai kebangsaan di sikon masa-masa pemilu ini agar lebih menguatkan persatuan dan kesatuan. Jadi apa yang menjadi tujuan founding father untuk sampai terjadi peristiwa yang akhirnya diperingati sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara,” tandasnya.
Dian menambahkan, sejumlah agenda pun berlangsung untuk memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Di antaranya pada 26 Februari 2024, Dinas Kebudayaan DIY mengajak provinsi lain yang punya keterikatan sejarah dengan peristiwa untuk mengulas Hari Penegakan Kedaulatan Negara melalui dialog kebangsaan.
Dialog kedaulatan menghadirkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan antropolog hukum Universitas Indonesia, Sulistyowati Irianto. Usungan temanya adalah kedaulatan yang beradab penerjemah masa depan bangsa.
“Konsep acara kita buat hibrid atau luring dan daring. Kita undang semua Forkopimda DIY berikut bupati walikota serta sejumlah provinsi lain yang punya keterikatan sejarah dengan peristiwa itu,” jelasnya.
Puncak acara pada 1 Maret 2024
Selain itu pada 29 Februari 2024 akan ada tirakatan bersama di Monumen SO 1 Maret. Semua stakeholder dan masyarakat yang terkait dengan kesejarahan akan turut pihaknya undang.
“Setelah tirakatan acara juga akan terisi dengan pagelaran opera dan ditutup dengan wayang kulit berjudul Hanoman Duto. Tirakatan ini kita ingin merefleksikan sebenarnya tiga tahun ini apa yang kita dapat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Mencicipi ‘Sepiring Nasi Telur’, Kuliner Viral Jogja yang Baru Buka di Semarang
Sebagai puncaknya pada 1 Maret 2024, akan ada upacara peringatan di Stadion Mandala Krida dan juga teatrikal. Pada malam harinya acara puncak akan bergeser ke Jakarta tepatnya di Aula Simfonia Kemayoran, DKI Jakarta.
“Puncak acara adalah pameran Sri Sultan HB IX tentang peran dan ketokohannya selama masa kemerdekaan. Selain itu juga ada konser dari Yogyakarta Royal Orchestra,” paparnya.





