Jateng

Haul 1.000 Hari Bambang Kusriyanto, “Susukan Bersholawat” Dipadati 750 Jamaah

×

Haul 1.000 Hari Bambang Kusriyanto, “Susukan Bersholawat” Dipadati 750 Jamaah

Sebarkan artikel ini
susukan bersholawat semarang
Suasana acara 'Susukan Bersholawat', yang dilaksanakan dalam rangka haul 1.000 hari wafatnya H Bambang Kusriyanto BSc, Rabu 10 Desember 2025 malam.

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 750 orang jamaah turut menyemarakkan acara ‘Susukan Bersholawat’, Rabu, 10 Desember 2025 malam. Adapun acara ini berlangsung dalam rangka haul 1.000 hari wafatnya H Bambang Kusriyanto BSc.

Meski berlangsung di tengah guyuran hujan, tak sedikitpun mengurangi kekhusyukan mereka dalam kegiatan yang berlangsung di Rumah Aspirasi Bambang Krebo, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ini.

Sholawat kali ini menghadirkan Habib Farid bin Mansyur Al Munawwar, Habib Zaenal Abidin bin Farid Al Munawwar dan Habib Achmad Najib bin Farid Al Munawwar, bersama majelis sholawat Al Muqorobin, Ungaran.

Doa serta pujian kepada Rasulullah Muhammad SAW pun melantun indah malam itu. Demikian halnya permohonan agar segala rahmat serta kesejahteraan senantiasa di limpahkan kepada segenap sahabat serta pengikut Rasulullah.

Tampak hadir dalam acara ‘Susukan Bersholawat’ ini Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, juga mantan Wakil Bupati Semarang, H M Basari.

BACA JUGA: DPRD Kota Semarang Bersholawat Hadirkan Abah Ali Mafia Sholawat

Selain itu juga sejumlah kolega wakil rakyat di DPRD Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Semarang serta beberapa kepala OPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Semarang.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas, Gowongan, KH Muhammad Fathkan mengingatkan keutamaan mendoakan orang tua yang sudah meninggal dunia dan di alam kubur sebagai amalan yang mulia.

Menurutnya, doa anak kepada orang tua dan para pendahulu (birrul walidain) merupakan amalan yang baik. Sekaligus sebagai wujud bakti anak kepada orang tua, membantu memohonkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Ini penting, karena mereka yang berada di alam barzah (kubur) akan menderita tanpa pertolongan dari Allah SWT. Maka menjadi kewajiban selalu mendoakan orang-orang tua yang sudah meninggal dunia,” tegasnya.

Masih menurut KH Muhammad Fatkhan, Islam mengajarkan, doa anak saleh termasuk amal yang tidak terputus. Juga menjadi jembatan spiritual yang pahalanya terus mengalir untuk mereka yang sudah berada di alam barzakh.

Doa kepada para orang tua yang sudah menjadi ahli kubur, lanjutnya, tidak hanya menjadi bagian dari ungkapan cinta dan penghormatan, tetapi juga mengandung tanggungjawab meneruskan kewajiban berbakti.

“Alqur’an di turunkan sebagai syifa. Maka orang-orang ahli quran akan mampu menggerakkan energi yang baik bagi keberkahan dalam berbagai aspek kehidupan keluarga maupun masyarakat yang ada di sekitarnya,” jelasnya.

BACA JUGA: Bantah Sarung Identik dengan Islam, Gus Yasin: Itu Pakaian Adat, ASN Nonmuslim Juga Pakai

Sebelumnya, mewakili keluarga besar Bagus Suryokusumo selaku sohibul bait (tuan rumah), H M Basari menceritakan sosok H Bambang Kusriyanto.

Bambang, menurutnya, merupakan sosok guru sekaligus pengayom yang memilih mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Hal tersebut melalui jalur politik dengan memilih melepas statusnya sebagai ASN.

Ternyata semangat serta jalan perjuangan beliau diteruskan oleh putranya, Bagus Suryokusumo. “Semoga, nilai- nilai perjuangan yang kini dilanjutkan mas Bagus Suryokusumo juga senantiasa memberikan keberkahan,” jelasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp