“Selama lima bulan ini, sudah banyak yang jual mobil atau motor lewat kegiatan di sini. Banyak pembeli yang datang setelah lihat postingan Blok GM,” ungkapnya.
Blok GM Jadi Simbol Komunitas Otomotif yang Tertib dan Produktif
Sebagai inisiator, Item menekankan bahwa komunitas Blok GM mendukung setiap kebijakan pemerintah selama berlangsung dengan komunikasi terbuka. Ia berharap pemerintah terus melihat kegiatan ini sebagai potensi positif bagi kota Semarang, bukan sekadar urusan parkir atau lalu lintas.
“Kami sepenuhnya mendukung pemerintah. Kalau Dishub support kami, semua pasti berjalan baik-baik saja. Intinya jangan terpancing isu atau oknum, karena kegiatan kami ini positif dan produktif,” pungkasnya.
Kehadiran Blok GM Semarang kini bukan hanya sekadar tongkrongan otomotif, tapi juga wadah kreatif yang mempertemukan para penggemar kendaraan lintas komunitas dan usia.
Keterangan Dinas Perhubungan Kota Semarang
Terpisah, Dinas perhubungan Kota Semarang menegaskan bahwa tidak ada pembubaran kegiatan komunitas. Yang petugas lakukan hanyalah pengaturan lalu lintas agar area tersebut tetap tertib dan tidak menimbulkan kemacetan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa kawasan Blok Gajahmada atau Blok GM memang menjadi lokasi favorit bagi komunitas otomotif untuk berkumpul.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait penumpukan kendaraan di kawasan itu.
“Dari hasil pemantauan kami, banyak kendaraan parkir dua lapis di sisi kanan dan kiri jalan. Padahal, jalur itu merupakan satu arah yang cukup vital, menghubungkan pusat kota dengan area luar serta akses menuju Stasiun Tawang,” kata Danang.
Ia menegaskan, Dishub tidak melarang kegiatan komunitas di kawasan tersebut. Pihaknya bahkan mendukung aktivitas positif yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, termasuk keberadaan kafe dan pelaku UMKM di sekitar lokasi.
“Kami sangat mendukung kegiatan nongkrong, silaturahmi, bahkan kegiatan ekonomi yang tumbuh di sana. Asalkan tetap memperhatikan aturan lalu lintas agar aman, nyaman, dan tidak menimbulkan kemacetan,” ujarnya.





