Selain permukiman, banjir merendam area persawahan dan jalan utama desa. Genangan air setinggi satu meter menutup akses jalan depan SPBU Dusun Mojo sehingga kendaraan belum bisa melintas. Kondisi tersebut menghambat aktivitas warga dan distribusi logistik.
Dampak banjir juga terasa di Kecamatan Geyer dan Toroh. Di Desa Bangsri, Kecamatan Geyer, tiga rumah warga terdampak genangan. Sementara itu, Kecamatan Toroh mencatat banjir di Desa Tambirejo dan Krangganharjo. Petugas melakukan evakuasi warga di Perumahan Janur Kuning guna menghindari risiko lebih besar.
BACA JUGA: Lagi-lagi Banjir Akibat Tanggul Jebol, BPBD Jateng: Grobogan dan Demak Itu Posisinya Rawan
Kecamatan Pulokulon tak luput dari bencana. Luapan Sungai Peganjing merendam Dusun Legundi, Desa Karangharjo, dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Sebanyak 30 warga memilih melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman.
Wahyu Tri Darmawanto menegaskan sebagian besar wilayah kini mulai surut. Namun, ia mengingatkan potensi hujan susulan masih tinggi. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika debit air kembali naik,” tegasnya. Pemerintah daerah terus bersiaga untuk mengantisipasi banjir Grobogan susulan demi keselamatan warga. (*)





