SEMARANG, beritajateng.tv — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, 8 November 2025.
Sejumlah daerah di provinsi ini berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani,Arif N, menjelaskan bahwa hujan diperkirakan turun sejak siang hingga awal malam, dimulai dari wilayah pegunungan Jawa Tengah bagian barat.
“Hujan sedang sampai lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang akan tersebar di daerah pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian barat, bagian selatan, dan sekitarnya,” ujar Arif, Sabtu 8 November 2025.
Daerah yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat terjadi di beberapa wilayah berikut:
Kabupaten Cilacap
Kabupaten Banyumas (Purwokerto)
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Banjarnegara
BACA JUGA: Jateng Masih Hujan Pekan Ini, BMKG Sebut Pantura Potensi Banjir: Semarang, Demak, hingga Grobogan
Kabupaten Kebumen
Kabupaten Purworejo
Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Magelang (Mungkid)
Kabupaten Boyolali
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Sukoharjo
Kota Surakarta
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Batang
Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Brebes
Kabupaten Tegal
Kabupaten Pemalang
Kabupaten/Kota Ambarawa, Kota Salatiga, dan Bumiayu
Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di beberapa daerah lain seperti Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kendal, Rembang, Kudus, Pati, Jepara, Grobogan, dan Blora.
Kondisi Cuaca di Semarang
Untuk wilayah Kota Semarang, cuaca pada pagi hingga siang hari di prediksi cerah berawan hingga berawan, sedangkan pada sore hingga malam hari berpotensi turun hujan ringan hingga sedang.
Suhu udara di Semarang berkisar antara 26–32°C dengan kelembapan udara 60–90%. Angin bertiup dari arah Barat–Utara dengan kecepatan 10–25 km/jam.
Gelombang Laut dan Imbauan BMKG
BMKG juga mencatat gelombang laut di Perairan Utara Jawa Tengah berkisar 0,2 – 1,25 meter, sedangkan di Perairan Selatan Jawa Tengah mencapai 1,25 – 2,5 meter.
BACA JUGA: Minta BMKG Modifikasi Cuaca, Ahmad Luthfi: Kami Stand By 24 Jam Tangani Banjir Genuk-Kaligawe
Masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, nelayan, dan pengguna jalan di daerah rawan bencana, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, genangan air, hingga sambaran petir.
“Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan beserta petir. Kemudian juga angin kencang, serta dampak lanjutan seperti banjir dan longsor,” tegas Arif.
BMKG juga mengingatkan warga untuk memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca dengan lebih baik. (*)





