SEMARANG, beritajateng.tv – Tak perlu jauh-jauh ke Timur Tengah untuk merasakan suasana buka puasa ala iftar picnic. Konsep tersebut kini bisa dinikmati di Grand Candi Hotel, Kota Semarang, selama Ramadan 2026.
Hotel bintang lima tersebut kembali menghadirkan program tahunan bertajuk “Iftar Picnic” yang telah digelar sejak 2020. Konsep ini terinspirasi dari tradisi buka puasa di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Mesir.
Marketing Communication Manager Grand Candi Hotel, Azka Rizal Muhammad, menjelaskan konsep iftar picnic diangkat dari kebiasaan masyarakat Timur Tengah yang menggelar tikar bersama saat berbuka puasa.
“Iftar picnic sendiri itu seperti tradisi orang Timur Tengah, terutama di area Mesir dan juga India. Kalau puasa hari pertama, mereka gelar tikar di pelataran masjid. Satu tikar itu untuk famili atau teman-teman mereka saja. Jadi konsep kehangatan itu yang mau kami bawa dari tahun ke tahun di Grand Candi Hotel,” ujar Azka.
Meski konsep utamanya sama setiap tahun, tema dan ragam menu yang disajikan selalu berbeda.
Iftar Picnic Grand Candi Hotel Usung Tema “All Around The World”, Sajikan 100++ Menu
Tahun ini, Grand Candi Hotel mengusung tema “All Around The World”. Pengunjung dapat menikmati hidangan dari berbagai penjuru dunia dalam satu tempat.
“Untuk tahun ini sendiri kami mengusung tema ‘All Around The World’. Jadi pengunjung bisa menikmati segala jenis hidangan dari seluruh penjuru dunia. Mulai dari Asian, Japanese, Western, Nusantara, Korean, American dan masih banyak lagi,” jelas Azka.
Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 100 menu tersaji, mulai dari appetizer, soup, live cooking, barbeque, takjil hingga dessert. Harga paket iftar picnic banderolnya Rp168.000 net per orang, dengan promo beli tujuh gratis satu.
Pantauan beritajateng.tv, sejumlah menu yang tersaji antara lain ikan goreng utuh berukuran besar, sate klatak, bebek peking, sup ayam hongkong, nasi kebuli, ayam bakar, nasi oncom khas Bandung, hingga aneka jajanan pasar sebagai takjil berbuka.
Whole Carving Daging jadi Primadona Setiap Tahun
Dari ratusan menu tersebut, Azka menyebut live carving station atau penyajian daging utuh yang sang chef iris langsung menjadi primadona setiap tahunnya.
“Yang paling jadi primadona setiap tahun di iftar picnic itu whole carving. Jadi daging-dagingan utuh yang nanti akan chef kami sajikan secara carving. Bisa bebek utuh, ayam utuh, daging sapi utuh, daging domba utuh sampai ikan tuna atau ikan kakap utuh,” katanya.
Azkna menuturkan, sudut live carving tersebut hampir selalu menjadi area yang paling ramai pengunjung serbu saat waktu berbuka tiba.
Dengan konsep kehangatan ala piknik dan ragam menu lintas negara, Grand Candi Hotel berharap pengalaman berbuka puasa tak hanya soal hidangan, tetapi juga suasana kebersamaan yang hangat layaknya tradisi iftar di Timur Tengah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





