SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut jika terdapat beberapa pos anggaran di Pemkot Semarang yang terdampak efisiensi APBD untuk menyelaraskan kebijakan pusat.
Anggaran yang terkena efisiensi meliputi makan minum, biaya kunjungan kerja, hal-hal yang bersifat business as usual (BAU), dan sebagainya.
“Semua kita fokuskan untuk menyelaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat. Ini hasil dari retreat kepala daerah,” sebut Agustina.
BACA JUGA: Video Pemkot Semarang Jawab Isu Gaji 13 dan 14 ASN Tak Cair karena Efisiensi
Selain menyelaraskan dengan pemerintah pusat, Agustina melanjutkan, Pemerintah Kota Semarang juga harus menyelaraskan visi misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Baru, pihaknya akan menyelaraskan visi misinya bersama Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin.
“Tiga hal ini sedang dikolaborasikan. Saya mohon doa restu. Mudah-mudahan semua terbaik untuk masyarakat. Yakinlah, bahwa yang dari pemerintah pusat dan provinsi didedikasikan untuk masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agustin mengungkapkan, infrastruktur juga kena dampak efisiensi. Khususnya infrastruktur yang tidak berkolerasi dengan kegiatan pusat dan provinsi serta tidak berkorelasi dengan kebutuhan masyarakat.
“Misal, membuat gedung pertemuan di tengah pemukiman, ini tidak berkolerasi dengan kebutuhan masyarakat yang urgen. Kalau jalan, perbaikan jembatan, perbaikan sekolah tidak diefisiensi,” sebutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan, adanya kondisi defisit pemerintah pusat akan berpengaruh terhadap efisiensi anggaran di pemerintah daerah.
Turunnya inpres tentang efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Semarang harus mematangkan kesiapan APBD.
Pihaknya berharap, Pemerintah Kota Semarang mengonsolidasi seluruh anggaran sesuai aturan dan mekaniame yang berlaku.
Pemerintah perlu mempertimbangkan hal-hal yang mendesak dan tidak bisa di ubah. Dewan menyarankan, belanja yang berkaitan langsung dengan masyarakat agar tidak di kurangi.
“Misalkan, penanganan banjir, jangan satu rupiahpun karena Semarang masih cuaca ekstrem. Sehingga anggaran penanganan banjir jangan di kurangi,” ujar politikus PKS tersebut.
Kemudian, Suharsono juga menyebut, anggaran perbaikan jalan sebaiknya tidak di efisiensi. Kondisi cuaca ekstrem membuat kondisi jalan berlubang semakin banyak. Hal ini perlu penanganan segera karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat. (*)
Editor: Elly Amaliyah





