Jateng

Imbas Tarif Trump 100 Persen ke China, DPMPTSP: Peluang Besar Pabrik Sepatu Direlokasi ke Jateng

×

Imbas Tarif Trump 100 Persen ke China, DPMPTSP: Peluang Besar Pabrik Sepatu Direlokasi ke Jateng

Sebarkan artikel ini
Tarif Trump China | Investor Jateng
Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Rabu, 3 September 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 100 persen atas impor produk China mulai 1 November.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), justru melihat itu sebagai sebuah peluang.

Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyebut ancaman pemberlakuan tarif 100 persen oleh AS terhadap China itu membuka peluang bagi investor untuk mengalihkan investasinya ke Indonesia, utamanya ke Jawa Tengah.

BACA JUGA: Kebijakan Tarif Trump, Peluang Ekspor Industri Furniture Jawa Tengah Masih Terbuka

Sakina menilai, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan nilai penanaman modal asing (PMA) di provinsi tersebut.

“Ketika China diterapkan tarif 100 persen, imbasnya nanti akan banyak investor ke Indonesia, karena ekspornya akan bergeser dari Indonesia. Jadi poin pentingnya adalah ini peluang investasi untuk Jawa Tengah,” ujar Sakina saat beritajateng.tv jumpai di Kantor DPMPTSP Jawa Tengah, Selasa, 21 Oktober 2025.

Produk China kena tarif Trump tinggi, relokasi industri alas kaki berpotensi jadi peluang besar bagi Jateng

Sakina mengungkapkan, peluang relokasi investasi mulai terbuka sejak penerapan tarif bertahap oleh AS terhadap produk asal China dalam beberapa tahun terakhir.

“Ketika pertama kali Trump menerapkan 32 persen, kemudian turun 19, kemudian turun ke 10 persen, dan kini kembali naik ke 100 persen, tentu dampaknya besar bagi industri manufaktur China,” jelasnya.

Menurutnya, investor yang semula memproduksi di China kini mulai mencari alternatif lokasi dengan biaya kompetitif dan akses ekspor yang stabil. Ia menuturkan, Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan utama, khususnya untuk sektor padat karya seperti industri alas kaki.

BACA JUGA: Imbas Tarif Trump, Bea Cukai Siap Awasi Gerak Barang Impor di Jateng-DIY

“Kami hari Jumat kemarin bertemu dengan Asosiasi Pengusaha Persepatuan Indonesia. Mereka menyebutkan, kenaikan tarif ini akan mendorong banyak relokasi produksi ke Indonesia, termasuk ke Jawa Tengah,” kata Sakina.

Ia menyebutkan, sebagian besar merek sepatu internasional sudah memiliki basis produksi di Jawa Tengah, dan potensi ekspansi masih sangat terbuka.

“Persepatuan brand internasional itu hampir semua ada produksinya di Jawa Tengah. Mulai dari Nike, Adidas, Reebok, Onitsuka, Hoka, sampai Converse. Jadi begitu labelnya ‘made in Indonesia’, ya itu dari Jawa Tengah, dan ekspornya ke Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa,” tutur Sakina.

DPMPTSP siapkan data kawasan industri dan pabrik siap sewa

Meski peluang investasi meningkat, Sakina mengatakan saat ini DPMPTSP masih menunggu hitungan resmi dari kementerian terkait nilai investasi yang berpotensi masuk ke Jawa Tengah.

“Belum ada angka pasti, tapi kami dari kementerian, baik dari Kedeputian Promosi, diminta data untuk tiga hal, pertama kawasan peruntukan industri (KPI), kedua kawasan industri yang siap, dan ketiga pabrik yang bisa disewakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, DPMPTSP kini tengah mendata bangunan dan lahan industri yang bisa langsung menjadi relokasi investor. Pendataan ini berjalan bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pelaku industri terkait.

“Beberapa calon investor sudah langsung ke kementerian kemudian kontak ke kami untuk kami lakukan pendampingan. Tapi jumlah nilai investasinya belum kami data karena belum sampai ke letter of intent,” ungkap Sakina.

Menurutnya, begitu calon investor menyampaikan nota kesepahaman (MoU) atau minat investasi, pemerintah baru akan bisa menghitung potensi nilai investasi, jumlah tenaga kerja terserap, serta lokasi yang diinginkan.

BACA JUGA: Imbas Tarif Trump 19 Persen, Pengamat Undip Sebut Bangladesh-Vietnam jadi Saingan Jateng di Bidang Tekstil

Ia menegaskan, sebagian besar calon investor yang mengajukan minat relokasi berasal dari China. Mayoritasnya masih bergerak di bidang manufaktur alas kaki.

“Yang kebanyakan itu memang dari China karena penerapan tarif 100 persen oleh Trump. Imbasnya, relokasi ke Indonesia termasuk ke Jawa Tengah,” ujarnya.

Sakina berharap, kebijakan perdagangan global ini justru menjadi momentum bagi Jawa Tengah untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi manufaktur berorientasi ekspor.

“Jadi mungkin ada kenaikan tarif, tapi di satu sisi ada relokasi dari negara lain yang ke Jawa Tengah. Ini saatnya kita manfaatkan peluang itu,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp