Nasional

Indeks Keselamatan Jurnalis “Agak Terlindungi”, Serangan Digital ke Media Siber Disebut Kekerasan Atas Pers

×

Indeks Keselamatan Jurnalis “Agak Terlindungi”, Serangan Digital ke Media Siber Disebut Kekerasan Atas Pers

Sebarkan artikel ini
serangan digital
Peluncuran skor terbaru Indeks Keselamatan Jurnalis 2024 di Indonesia, di Jakarta Selatan, pada Kamis, 20 Februari 2025. (Foto: AMSI)

“Di era digital ini, perusahaan media justru kerap jadi korban serangan digital yang bertujuan untuk menghalangi akses publik untuk tahu masalah-masalah sensitif yang jurnalis angkat,” katanya.

“Perlu ada upaya sistematis untuk melindungi perusahaan media dari ancaman kebangkrutan akibat tidak mampu membayar biaya server yang mendadak melonjak akibat serangan digital,” imbuhnya.

Riset AMSI menemukan salah satu serangan digital paling brutal dialami Narasi.tv pada September 2022. Ketika itu, seluruh konten situs Narasi tak bisa publik akses lantaran mengalami serangan DDoS.

Bahkan, beberapa gawai dan akun media sosial awak Narasi pun dikuasai orang tak dikenal. Setelah serangan itu, Narasi mendapatkan ancaman dari pelaku dengan tulisan “diam atau mati”. Meski sudah dilaporkan ke polisi sejak September 2022, sampai hari ini pelaku belum terlacak.

Kepala Pemberitaan Narasi.tv, Laban Laisila, menyebut serangan DDoS sebagai bagian dari keseharian kerja redaksi di medianya.

BACA JUGA: Sambut HUT ke-7, AMSI Gelorakan Semangat dalam Berkarya dan Berinovasi

“Durasi serangan DDoS tidak bisa kita prediksi, ada yang cepat, ada yang lebih lama. Serangan yang terjadi pada 2022 itu berlangsung sekitar dua minggu,” kata Laban.

Setahun kemudian, website KBR.ID sempat juga menjadi sasaran DDoS sehingga tak bisa publik akses selama tujuh hari.

“Kami mesti akrobat dan mengalihkan publikasi ke media sosial,” kata Pemimpin Redaksi KBR, Citra Dyah Prastuti.

Pada saat bersamaan, website Project Multatuli juga kena serang DDoS ketika mengangkat pemberitaan tentang ojek online. Setahun sebelumnya, ketika mengangkat kasus pencabulan di Sulawesi, website Project Multatuli juga kena serang habis-habisan.

Pada September 2023, Tempo mengalami serangan DDoS yang cukup berat setelah menerbitkan berita tentang judi online dan kepolisian. Suara.com juga mengalami serangan DDoS pada Oktober 2023, ketika mengangkat pemberitaan serupa.

“Serangan masuk ke server dalam jumlah yang sangat besar. Seakan-akan jumlah visitor tinggi. Namun setelah cek, di traffic biasa saja. Akibatnya kerja server menjadi lambat,” jelas Suwarjono, CEO Suara.com.

Media lokal juga terdampak