SEMARANG, beritajateng.tv – Memelihara ikan hias air laut sebagai hobi dapat memberikan pengalaman yang menarik dan memuaskan. Namun, bagi pemula, memelihara ikan hias air laut seperti Ikan Nemo mungkin terasa sedikit menantang.
Berbeda dengan ikan hias air tawar, beberapa hal perlu jadi perhatian dengan seksama sebelum memutuskan memelihara ikan hias air laut. Slamet, pemilik SS Aquarium Marine, budidaya ikan hias air laut di Semarang memberikan beberapa tips untuk pemula. Slamet menjelaskan, sebelum memelihara ikan hias air laut, seorang pemula perlu menyiapkan beberapa hal.
“Yang pertama dan paling penting itu adalah menyiapkan akuarium, filter dan ekosistemnya. Ekosistem harus sesuai dengan di laut,” jelasnya kepada beritajateng.tv, belum lama ini.
BACA JUGA: Menjanjikan! Bisnis Ikan Hias Air Laut Bisa Raup Omset Hingga Puluhan Juta, Mau Coba?
Persiapannya pun cenderung tak mudah. Penggunaan air laut asli adalah salah satu faktornya. Menurut Slamet, beberapa hal perlu jadi perhatian agar biota laut dapat bertahan hidup.
“Kalau air laut ada elemen-elemen kandungannya seperti magnesium, kalsium, dan hal-hal lain yang dibutuhkan biota terumbu karang. Selain itu, air laut perlu menunggu sebulan sebelum dimasukkan biota, untuk proses cycling,” lanjutnya.
Proses cycling air laut sendiri bertujuan untuk membersihkan air laut dari kotoran serta zat kimia yang berpotensi merusak ekosistem air laut.
Ikan Nemo paling mudah perawatannya
Selanjutnya, setelah ekosistem akuarium terbentuk, penentuan ikan hias juga perlu jadi perhatian. Slamet sendiri menyarankan, bagi pemula untuk mencoba memelihara ikan dengan perawatan termudah lebih dulu.
“Untuk pemula saran saya pilih ikan badut atau nemo, karena ikan nemo harganya masih terjangkau. Ikan nemo yang masih asli dari laut, paling satu ekor Rp 20 ribu,” ungkapnya.
Setelah terbiasa memelihara ikan nemo, barulah dapat mencoba ikan hias lainnya. Salah satu ikan hias primadona masyarakat selain ikan nemo adalah ikan dori.
“Ikan nemo dan ikan dori itu paling banyak konsumen cari untuk dipelihara oleh masyarakat awam, mungkin lihat dari film juga,” ucapnya sambil tertawa.
Selanjutnya, menjaga kebersihan akuarium dan air juga harus berkala. Mengganti air biasanya satu hingga dua kali seminggu. Karakteristik air laut yang mudah menguap membuat akuarium perlu diisi ulang secara berkala.
“Air laut penguapan pasti ada, bisa menimbulkan kerak garam juga. Jadi kalau udah berkurang, bisa isi lagi airnya, biasanya pakai air RO,” lanjutnya.
Slamet sendiri sudah menekuni bisnis ikan hias air laut selama kurang lebih 20 tahun. Ia menjual berbagai perlengkapan mulai air laut asli, ikan hias, pakan, obat-obatan, hingga jasa setting dan maintenance akuarium. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





