“Bisa jadi wajah Pak Jokowi tidak lagi muncul di logo, tapi itu bukan berarti kami menghapus sejarah. Kami justru ingin menjaga warisan beliau dengan cara yang lebih modern,” jelasnya.
Budi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dukungan terhadap Partai Gerindra adalah bentuk loyalitas terhadap pemerintahan yang sah.
“Kesetiaan itu bukan pada orang, tapi pada cita-cita bangsa. Kalau kita mencintai Indonesia, kita harus dukung pemerintahannya,” tandasnya. (*)




