Rahmulyo mengaku telah meminta agar bagian jalan yang rusak segera ada perbaikan. Ia menyebut penyedia jasa yang mengerjakan pengaspalan bersedia melakukan perbaikan sehingga kerusakan tidak dibiarkan berlarut-larut.
“Alhamdulillahnya penyedia mau memperbaiki. Ini kasihan sopir begonya juga kemarin sempat shock. Jangan lagi lah terulang kejadian serupa,” pungkasnya.
Dia berharap insiden di Jalan Unta Raya menjadi bahan evaluasi bagi DPU Kota Semarang. Koordinasi sebelum pengerjaan maupun saat pelaksanaan kegiatan perlu diperkuat agar pekerjaan infrastruktur yang telah selesai tidak kembali rusak akibat aktivitas proyek lain.
Sementara itu, Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, belum memberikan keterangan terkait jalan rusak baru di aspal tersebut maupun langkah penanganan yang akan berjalan hingga berita ini di tulis. (*)





