SEMARANG, beritajateng.tv – Kerusakan jalan di kawasan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan hingga perbatasan Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, kembali menjadi keluhan warga.
Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Lantaran tingginya intensitas kendaraan berat pengangkut material galian C yang melintas setiap hari.
Kerusakan paling parah terlihat di jalur tanjakan Kalipancur hingga pertigaan Jalan Untung Suropati menuju SMA Negeri 7 Semarang. Selain mengganggu kenyamanan berkendara, kondisi tersebut juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Salah seorang warga, Luqman, mengatakan jalan rusak sudah terjadi cukup lama meski sebelumnya sempat ada perbaikan oleh perusahaan tambang.
“Kalau saya ingat, sekitar November lalu pernah ada perbaikan di tanjakan Kalipancur. Namun setelah itu rusak lagi karena masih sering di lalui truk pengangkut tanah galian C,” katanya.
Menurut Luqman, persoalan tidak hanya terletak pada kerusakan jalan. Warga juga mengeluhkan debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan berat, terutama saat cuaca panas.
BACA JUGA: Video Tanjakan Kalipancur Retak, DPU: Kurang Pemadatan
“Debunya cukup parah. Selain itu jalan yang bergelombang juga membuat kendaraan cepat rusak dan meningkatkan risiko kecelakaan,” ujarnya.
Ia menambahkan kondisi jalan semakin berbahaya saat malam hari karena kerusakan tidak terlihat jelas akibat minimnya penerangan jalan.
“Kalau warga sekitar mungkin sudah hafal titik rusaknya. Tapi bagi pengendara yang baru pertama kali lewat atau jarang melintas bisa kaget. Apalagi di tanjakan, itu cukup berisiko,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, memastikan perbaikan jalan Kalipancur sedang berjalan secara bertahap.
Saat ini petugas tengah mengerjakan penguatan struktur dasar jalan. Khususnya di sekitar lampu lalu lintas Kalipancur yang mengalami kerusakan cukup berat.
“Sekarang masih tahap pengerukan dan penggantian lapisan dasar jalan yang rusak. Setelah struktur bawahnya kuat, dalam beberapa hari ke depan akan ada pengaspalan ulang,” kata Suwarto.
Menurutnya, perbaikan struktur dasar menjadi prioritas agar jalan tidak kembali cepat rusak setelah di aspal.
“Yang penting sekarang kita perkuat dulu fondasinya. Setelah itu baru dilakukan pengaspalan sehingga hasilnya lebih tahan lama,” jelasnya. (*)





