SEMARANG, beritajateng.tv – Kecelakaan terjadi di Jalan Taman Pierre Tendean, Kota Semarang, Kamis sore, 27 Agustus 2026. Seorang perempuan pengendara sepeda motor tergelincir di tikungan hingga terjatuh dan masuk ke kolong bus rapid transit (BRT) Trans Semarang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Motor yang dikendarai korban diketahui bernomor polisi AA 3747 BT.
Korban kemudian di evakuasi dari kolong bus dan dbawa ke Rumah Sakit William Booth untuk mendapatkan penanganan medis. Identitas perempuan tersebut belum diketahui.
Saksi mata, Galih, mengatakan korban awalnya melaju dari sisi kiri jalan. Saat memasuki tikungan, motor tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan tergelincir.
Motor kemudian jatuh ke arah kanan, tepat ketika BRT Trans Semarang melaju dari belakang. Posisi korban dan bus yang berdekatan membuat motor masuk ke bagian kolong bus.
“Saya melihat pemotor tergelincir dan jatuh ke kanan. Karena bus juga sedang melaju di belakang, motor akhirnya masuk ke kolong,” kata Galih di lokasi, Kamis, 27 Agustus 2026.
Galih mengaku langsung berteriak meminta pramudi BRT menghentikan bus. Setelah bus berhenti, ia bersama sejumlah orang membantu menarik korban dari kolong kendaraan.
“Saya langsung teriak, ‘Woi, woi, ada kecelakaan.’ Sopir BRT langsung berhenti. Setelah itu saya tarik mbaknya keluar dari kolong,” ujarnya.
Menurut Galih, korban masih dalam kondisi sadar setelah kecelakaan. Namun, perempuan tersebut tampak mengalami syok dan mengeluhkan sakit pada bagian punggung atau pinggang.
“Sempat seperti mau tidak sadar. Waktu diangkat, dia bilang bagian pinggang atau punggungnya sakit,” tuturnya.
Galih menduga permukaan jalan yang licin menjadi faktor pemicu kecelakaan. Ia menyebut kondisi tersebut membuat pengendara lebih berisiko kehilangan kendali saat melewati tikungan.
BACA JUGA: Lansia Jatuh dan Terlindas Bus Trans Semarang di Halte Pemuda, Begini Kronologinya
“Jalannya licin. Saya tidak tahu apakah karena oli atau solar. Kecepatan motornya juga sedang, tidak kencang karena memang sedang melewati tikungan,” katanya.
Kondisi jalan yang licin juga menjadi perhatian warga di sekitar lokasi. Galih menyebut kecelakaan akibat kendaraan tergelincir bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.
“Sering banget kejadian seperti ini. Kalau jalannya licin, pengendara bisa tergelincir. Tadi motornya juga tidak melaju kencang,” katanya.
Saksi lainnya, Bayu, bahkan menyebut kecelakaan akibat tergelincir telah beberapa kali terjadi dalam sehari di lokasi tersebut.
“Kalau yang saya dengar, sudah sekitar sebelas kali kejadian hari ini. Yang terakhir ini sampai masuk kolong bus,” ujar Bayu.
Namun, penyebab pasti licinnya permukaan jalan belum diketahui. Warga menduga kemungkinan terdapat tumpahan oli atau bahan bakar, tetapi hal tersebut masih perlu dipastikan.
Operator Pastikan BRT Tidak Menabrak
Sementara itu, perwakilan operator BRT Trans Semarang Koridor 1 Mangkang-Penggaron, Hadi Fajar, memastikan bus tidak menabrak sepeda motor sebelum kendaraan tersebut masuk ke kolong.
Menurut Hadi, berdasarkan keterangan pramudi dan saksi di lokasi, motor lebih dahulu tergelincir sebelum masuk ke kolong BRT.
“Jangan saling menyalahkan. Dari keterangan saksi dan pramudi kami, pemotor tergelincir lalu masuk ke kolong bus. Dari kami akan bertanggung jawab,” ujar Hadi.
Hadi mengatakan pihaknya belum mengetahui secara detail kondisi luka korban. Namun, berdasarkan informasi awal, korban masih dalam keadaan sadar ketika di evakuasi.
Operator BRT juga memastikan kamera CCTV pada armada berfungsi. Rekaman tersebut nantinya dapat petugas gunakan untuk melihat rangkaian kejadian secara lebih jelas.
“CCTV armada kami menyala. Nanti bisa kita lihat apakah bus menabrak atau tidak. Tapi berdasarkan keterangan saksi dan pramudi, kami tidak menabrak,” tegasnya.
Hadi menambahkan pihak operator siap bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan korban sesuai penanganan lebih lanjut. (*)





