SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan penggemar sepeda tua dari berbagai daerah memadati kawasan Titik 0 Kilometer Kota Semarang dalam Karnaval Sepeda Tua Wisata Jambore Onthel Nasional (JONS) I Semarang 2026.
Tak sekadar menjadi ajang berkumpulnya komunitas, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan wisata sejarah dan usaha lokal.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, melihat komunitas onthel memiliki potensi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sepeda tua dapat berkembang sebagai daya tarik wisata, termasuk melalui layanan persewaan sepeda untuk menyusuri kawasan bersejarah.
BACA JUGA: TP PKK Semarang Siapkan Handbook Karakter Jawani, Targetkan Penerapan di 350 Pos PAUD
“Sepeda tua ini punya penggemar dan daya tarik tersendiri. Saya melihat ada peluang usaha yang bisa di kembangkan, misalnya persewaan sepeda untuk wisata kawasan bersejarah,” ujar Agustina.
Ia menilai pelestarian budaya akan memberikan manfaat lebih luas jika terhubung dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, penyelenggaraan wisata berbasis komunitas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga.
Susuri Destinasi Bersejarah Semarang Sejauh 8,7 Kilometer
Mengusung tema “Memayu Hayuning Onthel”, JONS I Semarang 2026 memadukan kecintaan terhadap sepeda klasik, sejarah kota, serta keberagaman budaya Nusantara.
Para peserta menempuh rute sepanjang 8,7 kilometer. Perjalanan dimulai dari Kampung Sleko di kawasan Kota Lama, kemudian melewati Jalan Pemuda, Lawang Sewu, Jalan Pandanaran, Lapangan Pancasila Simpang Lima, dan Jalan Gajahmada.
Rombongan selanjutnya kembali menyusuri kawasan bersejarah di Jalan Letjen Suprapto. Sepanjang perjalanan, para onthelis tampil dengan beragam sepeda antik dan busana tempo dulu maupun pakaian adat daerah.
Penampilan tersebut menghadirkan suasana nostalgia sekaligus memperlihatkan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Kota Semarang.
Karnaval ini juga menjadi sarana memperkenalkan destinasi wisata kota kepada peserta dari luar daerah.
Agustina Ajak Peserta Belanja Produk UMKM
Agustina berharap kehadiran peserta JONS dari berbagai wilayah turut meningkatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia mengajak peserta tidak hanya menikmati rute wisata, tetapi juga mengunjungi destinasi lain dan berbelanja produk lokal selama berada di Semarang.
“Kami berharap Bapak dan Ibu peserta JONS bisa menikmati Kota Semarang, mengunjungi destinasi wisatanya, dan mampir berbelanja di UMKM kami. Para pelaku usaha ini adalah bagian penting dari denyut ekonomi warga,” kata Agustina.
Menurutnya, keterlibatan komunitas dalam agenda pariwisata dapat mempertemukan pelestarian budaya dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Pengunjung yang datang berpeluang menjadi pelanggan bagi usaha kuliner, suvenir, hingga layanan wisata lokal.
Pemerintah Kota Semarang berharap kolaborasi komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat dapat terus di kembangkan melalui kegiatan serupa. Dengan begitu, warisan budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dirasakan warga.
“Kita ingin kegiatan pariwisata seperti ini terus memberi manfaat yang makin luas bagi warga,” pungkas Agustina. (*)





