Gaya Hidup

Jangan Sampai Ketinggalan! Berikut Jadwal dan Lokasi Gerhana Matahari Parsial 2025

×

Jangan Sampai Ketinggalan! Berikut Jadwal dan Lokasi Gerhana Matahari Parsial 2025

Sebarkan artikel ini
Gerhana matahari
Akan terjadi gerhana matahari total menjelang Idul Fitri. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jika sebelumnya telah terjadi Gerhana Bulan Total pada 7-8 September kemarin, maka kali ini akan terjadi gerhana Matahari sebagian/parsial.

Gerhana Matahari sebagian/parsial kini akan terjadi pada 21-22 September 2025. Peristiwa yang satu ini tentunya banyak ditunggu oleh masyarakat.

Menariknya lagi, fenomena tersebut dapat disaksikan sekitar 16 juta orang.

Berikut ini akan beritajateng.tv bagikan jadwal dan lokasi Gerhana Matahari Parsial 2025.

Gerhana Matahari Parsial

Gerhana matahari sebagian merupakan fenomena astronomi saat Bulan hanya menutupi sebagian wajah Matahari dari sudut pandang Bumi.

BACA JUGA: Keren! Perpaduan Musik Jawa dan Tradisional di Festival Kota Lama Semarang 2025 Pukau Penonton

Akibatnya, Matahari terlihat seolah-olah tergigit atau berbentuk sabit. Kejadian ini berlangsung ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi tidak sepenuhnya sejajar, sehingga hanya bayangan penumbra Bulan yang mengenai permukaan Bumi.

Masyarakat Indonesia yang tidak berkesempatan menyaksikan langsung gerhana matahari sebagian tetap bisa menikmatinya melalui siaran daring.

Salah satu platform yang menayangkan live streaming fenomena ini adalah Time and Date.

Puncak gerhana Matahari parsial diperkirakan berlangsung pada Minggu, 21 September 2025 pukul 19.43 UTC atau Senin pagi waktu Oseania.

Meski menjadi fenomena langka yang menarik, tidak semua daerah bisa menikmatinya.

Sydney, Australia menjadi kota terbesar yang berkesempatan menyaksikan peristiwa ini.

Lokasi terbaik untuk melihat gerhana Matahari parsial 21–22 September 2025 berada di Invercargill, Selandia Baru.

Selain itu, area ideal lainnya berada di wilayah terpencil seperti Samudra Antartika, Pulau Macquarie, hingga daratan Antartika.

BACA JUGA: Wayang Orang on The Street Pukau Ribuan Warga di Kota Lama Semarang

Melihat gerhana matahari dengan mata telanjang berisiko tinggi merusak penglihatan, bahkan ketika menggunakan lensa kamera, teropong, atau teleskop tanpa pelindung khusus.

Cara paling aman untuk menikmatinya adalah dengan memakai filter matahari, seperti kacamata khusus gerhana.

Jika tidak memiliki perlengkapan itu, pilihan terbaik adalah menyaksikan fenomena ini melalui siaran live streaming online.

Catat dan jangan sampai ketinggalan informasi terkait Gerhana Matahari Parsial tersebut. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp