Jateng

Jangan Sampai “Wajah Semarang Berantakan”, Dewan Minta Proyek Simpang Lima Dikawal Jelang MTQ Nasional

×

Jangan Sampai “Wajah Semarang Berantakan”, Dewan Minta Proyek Simpang Lima Dikawal Jelang MTQ Nasional

Sebarkan artikel ini
Jangan Sampai “Wajah Semarang Berantakan”, Dewan Minta Proyek Simpang Lima Dikawal Jelang MTQ Nasional
Area sekitar Simpang Lima Semarang dipasangi MMT untuk menutup pekerjaan proyek drainase dan taman di shelter PKL Simpang Lima Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang tinggal menghitung hari. Namun, wajah kawasan Simpang Lima yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota masih penuh pekerjaan proyek drainase dan penataan taman.

Kondisi tersebut mendapat perhatian DPRD Kota Semarang. Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, meminta Pemerintah Kota Semarang memastikan pekerjaan konstruksi tidak mengganggu pelaksanaan MTQ Nasional yang bakal berlangsung mulai 12 September 2026.

Menurut Dini, proyek drainase memang penting karena berkaitan langsung dengan penanganan banjir. Namun, pekerjaan fisik di kawasan strategis harus di kelola dengan baik ketika ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah akan datang ke Semarang.

“Simpang Lima ini menjadi wajah Kota Semarang. Karena itu, konstruksi yang sedang berjalan harus di antisipasi agar tidak mengganggu pelaksanaan MTQ, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan,” ujar Dini.

Dini menjelaskan proyek drainase dan penataan taman tersebut bukan pekerjaan yang muncul secara tiba-tiba.

Program itu telah masuk dalam pembahasan APBD 2026 dan disepakati bersama antara Pemkot Semarang dan DPRD sejak pembahasan anggaran pada 2025.

Karena sudah masuk dalam APBD, proyek tersebut memang harus terlaksana. Persoalannya, menurut Dini, pemerintah perlu memastikan pelaksanaan proyek dapat berjalan beriringan dengan agenda MTQ Nasional.

“Proyek ini tidak bisa begitu saja ditunda karena sudah menjadi bagian dari penanganan banjir di kawasan Simpang Lima. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pelaksanaan proyek dan agenda MTQ tidak sejak awal disinkronkan,” katanya.

BACA JUGA: PKL Simpang Lima Semarang Tolak Libur Sebulan untuk event MTQ Nasional 

Dini menilai ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pemerintah menjelang kedatangan peserta MTQ Nasional.

Pertama, pemerintah harus memastikan area konstruksi aman bagi masyarakat. Pembatas proyek, lubang pekerjaan, material, maupun akses keluar-masuk kawasan tidak boleh membahayakan pengunjung.

Kedua, pemerintah harus mengantisipasi kemungkinan hujan. Kondisi cuaca pada sekitar pelaksanaan MTQ perlu menjadi perhatian. Karena pekerjaan drainase yang belum sepenuhnya selesai berpotensi memengaruhi aliran air di kawasan Simpang Lima.

“Kalau nanti hujan, limpasan air juga harus di antisipasi. Jangan sampai kondisi tersebut justru mengganggu pelaksanaan MTQ,” ujarnya.

Ketiga, pemerintah harus memastikan akses masyarakat tetap nyaman. Simpang Lima diperkirakan menjadi salah satu kawasan yang ramai selama pelaksanaan MTQ karena menjadi ruang publik sekaligus salah satu ikon Kota Semarang.

Dini juga meminta Pemkot tidak melupakan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak pekerjaan proyek.

Menurutnya, sejumlah shelter PKL di sekitar lokasi harus diperhatikan apabila aksesnya tertutup atau terganggu pekerjaan. Pemerintah perlu memastikan pedagang mendapatkan lokasi yang layak agar tetap dapat berjualan saat momentum kunjungan wisatawan dan tamu MTQ meningkat.

“PKL juga perlu diperhatikan. Mereka tentu menunggu momentum event besar untuk mendapatkan penghasilan. Kalau shelter mereka tertutup proyek, harus ada tempat relokasi yang memadai dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” jelasnya.

Dini menegaskan, penataan Simpang Lima tidak boleh hanya mengejar target penyelesaian fisik. Pemerintah juga harus melihat bagaimana kawasan tersebut tetap berfungsi selama menjadi lokasi aktivitas masyarakat dan tamu dari berbagai daerah.

Ia berharap seluruh organisasi perangkat daerah yang terlibat dapat memperkuat koordinasi menjelang pelaksanaan MTQ Nasional.

“Jangan sampai karena mengejar pekerjaan fisik, kemudian keamanan, kenyamanan, PKL, dan persoalan banjir justru terabaikan. Semuanya harus berjalan bersama,” tegas Dini.

Proyek Tetap Berlanjut Meski Ada MTQ Nasional

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, memastikan proyek penanganan drainase di kawasan Simpang Lima tetap berlanjut.

Suwarto mengatakan anggaran proyek tersebut telah masuk dalam APBD 2026. Karena itu, pekerjaan tidak dapat DPU batalkan begitu saja.

“Kalau penganggaran 2026 sudah masuk sejak 2025, maka harus terlaksana. Jadi kegiatan itu tidak bisa kita batalkan,” kata Suwarto.

Ia mengatakan DPU telah mempercepat pekerjaan untuk mengantisipasi pelaksanaan MTQ Nasional. Pemkot juga menyiapkan sejumlah langkah untuk meminimalkan potensi genangan apabila hujan turun selama kegiatan berlangsung.

“Kita langsung kebut untuk perbaikan saluran supaya tidak ada genangan. Untuk pelaksanaan MTQ apabila ada hujan dan lain sebagainya juga sudah kita antisipasi,” ujarnya.

Menurut Suwarto, pekerjaan saluran dan gorong-gorong di kawasan tersebut telah dikerjakan. Pemkot juga melakukan pengurugan pada sejumlah titik sebagai bagian dari upaya mengurangi potensi genangan.

“Sudah dilakukan pengurugan untuk meminimalisasi kalau ada hujan. Gorong-gorong juga sudah masuk semuanya,” jelasnya.

Selain persoalan drainase, penataan kawasan Simpang Lima juga menjadi bagian dari proyek untuk memperbarui wajah kawasan tersebut. Pekerjaan melibatkan beberapa titik yang targetnya memperbaiki fungsi dan tampilan kawasan.

Namun, Suwarto mengakui pengawasan harus di perkuat, terlebih MTQ Nasional akan mendatangkan ribuan peserta dan tamu ke Kota Semarang.

“Kita minta pengawasan langsung, apalagi MTQ Nasional akan menghadirkan ribuan peserta. Kita khawatir terkait keamanan, sehingga itu harus menjadi perhatian,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp