“Mahasiswa harapannya menjadi agen edukasi yang mampu menjelaskan pentingnya asuransi sebagai upaya meminimalkan risiko kerugian akibat peristiwa tak terduga. Tantangan utamanya bukan ketersediaan produk, tetapi rendahnya pemahaman publik,” jelasnya.
Menurut Endang, komunikasi yang efektif menjadi kunci agar pesan mengenai perlindungan finansial tersanpaikan ke berbagai lapisan masyarakat. Terutama generasi muda yang akan menjadi tulang punggung perekonomian ke depan.
Sementara itu, Kepala Biro Kantor Berita Antara Jawa Tengah, Teguh Imam, yang hadir sebagai panelis, menekankan pentingnya strategi komunikasi yang sesuai dengan karakter Generasi Z.
“Generasi Z adalah calon pengguna utama produk asuransi di masa depan. Edukasi sejak dini penting agar mereka memahami bahwa asuransi tidak hanya soal kesehatan atau jiwa. Tetapi juga mencakup banyak produk yang dapat menjadi fondasi keuangan sejak muda,” ujarnya.
Melalui Jasindo Goes to Campus 2025, Jasindo berharap semakin banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya perencanaan finansial dan mampu menghadapi risiko kehidupan dengan lebih siap dan cerdas. (*)
Editor: Elly Amaliyah





