Jateng

Jateng Kekurangan 19 Ribu Lampu Penerangan Jalan, Dishub: Satu Unit Butuh Anggaran Rp20 Juta

×

Jateng Kekurangan 19 Ribu Lampu Penerangan Jalan, Dishub: Satu Unit Butuh Anggaran Rp20 Juta

Sebarkan artikel ini
Koridor Trans Jateng
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko saat dijumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin, 9 Maret 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketersediaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan provinsi Jawa Tengah (Jateng) masih jauh dari kebutuhan. Dari total kebutuhan sekitar 34 ribu lampu, saat ini baru terpasang sekitar 15 ribu unit.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan kekurangan lampu jalan tersebut mencapai sekitar 19 ribu unit. Ia menjelaskan jumlah tersebut menunjukkan kebutuhan PJU di ruas jalan provinsi baru terpenuhi sekitar separuh dari total kebutuhan.

“Sekarang kira-kira ada di 15 ribu lampu, kebutuhan atau kekurangnya 19 ribu. Kebutuhannya memang baru terpenuhi 50 persen, kurang lebih,” ujar Miko saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin, 9 Maret 2026.

Menurut keterangannya, kekurangan lampu jalan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah.

“Sebetulnya tersebar ya. Tersebar,” ujarnya.

BACA JUGA: Luthfi Klaim 93 Ribu Jalan Berlubang di Jateng Sudah Tertangani: Sisa 1.200 Titik Jelang Mudik Lebaran

Ia mencontohkan pemasangan lampu pada tahun lalu yang cukup banyak dilakukan di sejumlah ruas jalan, utamanya Pemalang hingga Purbalingga. Namun, kata Miko, pemasangan lampu tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan secara keseluruhan.

“Kalau tahun kemarin kita cukup banyak sih. Tadi kalau dibilang Pemalang sampai Purbalingga itu titik yang tahun kemarin termasuk yang paling banyak tuh dipasang. Lebih dari 100 lampu kita pasang di sana, tapi karena ruasnya kan panjang sekali ya, memang belum mencukupi kalau kita lihat,” sambung Miko.

Miko Minta Warga Laporkan Lampu Jalan yang Mati ke Dinas Hubungan Jateng atau Kabupaten/Kota

Selain kekurangan jumlah lampu, Dishub Jawa Tengah juga mencatat masih adanya lampu jalan yang mati di beberapa titik. Miko mengatakan kondisi tersebut tidak selalu dapat teridentifikasi jika tidak ada laporan dari masyarakat.

“Kalau yang mati itu pastilah, karena kan mati lampu itu tidak setiap bisa kita jadwalkan ya,” ujarnya.

Ia pun meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan lampu jalan yang tidak berfungsi.

“Kalau ada lampu-lampu yang mati segera koordinasi dengan Dinas Perhubungan tempat atau Dishub kabupaten. Karena kan masyarakat kadang-kadang tidak tahu ya, di jalan provinsi, di jalan kabupaten atau di jalan nasional. Yang penting lapor dulu, pasti kita respons,” tegasnya.

Selain itu, Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga mengoptimalkan peran kelompok masyarakat sadar keselamatan untuk membantu memantau kondisi fasilitas keselamatan lalu lintas.

“Kami juga mengoptimalkan KMSK, kelompok masyarakat sadar keselamatan, untuk lebih aktif memantau kondisi rambu, lampu dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Sehingga harapan kami tentu saja terkait dengan keselamatan berlalu lintas bisa kita tingkatkan khususnya tahun ini,” lanjut Miko.

Dinas Hubungan Jateng Target Tambah 250 Lampu Jalan Tahun Ini, per Lampu Butuh Anggaran Rp20 Juta

Untuk menambah jumlah PJU, Dinas Perhubungan Jawa Tengah berencana memasang sekitar 250 lampu jalan baru pada tahun ini. Pemasangan tersebut akan dilakukan di berbagai titik prioritas.

Namun hingga kini pemasangan lampu tersebut belum mulai karena masih menunggu proses penganggaran.

“Rencana kita nambah 250, tahun ini belum mulai kita pasang kan? Masih kita menunggu proses penganggarannya sampai dengan selesai,” jelasnya.

BACA JUGA: Bupati Fadia Arafiq Tersangka KPK, Gubernur Jateng Bakal Dampingi Wabup Sukirman Konsolidasi di Pekalongan

Ia menambahkan biaya pemasangan satu lampu jalan lengkap dengan tiang dan pengecoran berkisar sekitar Rp20 juta per titik.

“Per lampu sekitar 20 sekian lah ya, sekitar 20 juta. Itu pemasangan lampu, lampunya, tiangnya, terus kemudian pengecoran,” pungkas Miko. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp