Lebih dari itu, keberadaan PT Global Dairi Bersama tersebut juga dapat mengembangkan investasi wilayah Jawa Tengah. Apalagi, selama ini Jateng menjadi daerah yang banyak ԁilirik investor, mengingat kondusivitas wilayah, perizinan mudah, dan tenaga kerja kompetitif.
“Jadi, Jawa Tengah sekarang sedang menjadi pusatnya investasi. Baik itu industri padat karya maupun padat modal. Nah, [peternakan] ini termasuk padat modal, satu sisi mengembangkan investasi yang besar sekali, sisi lainnya memberdayakan masyarakat sekitar,” ucapnya.
CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, mengatakan bahwa groundbreaking dan pendirian PT Global Dairi Bersama merupakan komitmen untuk mendukung upaya pemerintah terkait swasembada susu nasional.
Ia optimistis peternakan sapi perah terpadu tersebut akan melahirkan ekosistem industri susu yang mandiri dan kompetitif. Selain itu juga menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di wilayah pedesaan Jawa Tengah.
BACA JUGA: Akui Belum Swasembada Susu dan Daging, Kementan RI Datangkan 2 Juta Sapi Hidup ke Indonesia per 2025
“Kami memilih Brebes di Jawa Tengah karena melihat potensi agraris yang luar biasa, dan etos kerja masyarakatnya yang tinggi, serta dukungan dari Gubernur dan Bupati yang positif,” ujarnya.
Menurut ԁia, dari 30.000 ekor sapi perah yang ada di peternakan tersebut akan menghasilkan sekitar 180.000 ton susu segar per tahun. Jumlah tersebut akan mengangkat peringkat Jawa Tengah menjadi daerah produsen susu terbesar kedua nasional.
“30.000 ekor sapi itu berarti menambah 32% populasi sapi perah di Jawa Tengah, kemudian kenaikan produksi susu segar sekitar 18-20%,” katanya.
Dalam praktiknya, PT Global Dairi Bersama nanti akan menjalin kemitraan dengan petani atau peternak di sekitarnya. Ada tiga bentuk kemitraan, yaitu kemitraan sapi pejantan yang akan ԁijadikan sapi pedaging, kemitraan sapi perah yang menghasilkan di bawah 15 liter per hari untuk ԁikelola masyarakat dan susunan ԁijual ke peternakan, kemudian kemitraan untuk produksi pakan.





