Olahraga

Java United FC Dihukum Minus 2 Poin, Ini Alasan dan Respons Manajemen

×

Java United FC Dihukum Minus 2 Poin, Ini Alasan dan Respons Manajemen

Sebarkan artikel ini
Java United FC Dihukum Minus 2 Poin, Ini Alasan dan Respons Manajemen
Pemain Java United FC berlatih di Stadion Jatidiri Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Java United FC harus mengawali perjalanan di BRI Super League 2026/2027 dengan tantangan tak biasa.

Laskar Kepodang Emas memulai kompetisi dengan pengurangan dua poin akibat persoalan pemenuhan aspek lisensi klub setelah melakukan perubahan home base dari Maluku Utara ke Semarang.

Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan ambisi Java United FC untuk bersaing sepanjang musim. Manajemen justru meminta seluruh elemen tim menjadikan situasi tersebut sebagai tambahan motivasi untuk tampil lebih konsisten di setiap pertandingan.

“Pengurangan dua poin di awal kompetisi tidak mengurangi semangat Java United untuk bersaing di musim ini,” kata Manajer Java United FC, Alan Haviludin.

Menurut Alan, hukuman tersebut memang membuat Java United harus bekerja lebih keras sejak awal kompetisi. Setiap pertandingan menjadi kesempatan penting untuk mengumpulkan poin sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.

“Kami menerima keputusan yang sudah PSSI tetapkan. Tugas kami sekarang adalah mendapatkan poin sebanyak mungkin untuk tetap bersaing di liga,” ujarnya.

Pengurangan dua poin yang Java United FC terima berkaitan dengan proses club licensing atau lisensi klub.

Sebelumnya, ketika masih menggunakan nama Malut United FC dan bermarkas di Maluku Utara, klub telah memenuhi kewajiban lisensi untuk kompetisi musim 2026/2027.

Stadion Gelora Kie Raha yang di daftarkan dalam proses tersebut juga telah memenuhi aspek infrastruktur yang di persyaratkan.

Persoalan muncul setelah klub melakukan perubahan home base ke Stadion Jatidiri, Semarang.

Perpindahan tersebut membuat pemenuhan aspek infrastruktur yang sebelumnya telah dipenuhi melalui stadion di Maluku Utara tidak lagi dapat menjadi sebagai dasar pemenuhan lisensi untuk home base baru.

BACA JUGA: Fabio Lefundes Siapkan Strategi Terakhir Java United FC Jelang Laga Perdana BRI Super League 

Alhasil, Java United FC harus menjalani kompetisi BRI Super League 2026/2027 dengan modal awal minus dua poin.

Meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti Stadion Jatidiri menurutnya tidak layak menggelar pertandingan.

Stadion Jatidiri telah di anggap layak dan siap menjadi kandang Java United FC untuk mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini. Pengurangan poin tersebut sepenuhnya merupakan konsekuensi administratif dari perubahan home base klub.

Alih-alih larut dalam persoalan pengurangan poin, Java United FC memilih mengalihkan fokus ke persiapan tim dan pertandingan.

Di bawah arahan pelatih kepala Fabio Lefundes, Laskar Kepodang Emas terus mematangkan kesiapan skuad menghadapi persaingan BRI Super League 2026/2027.

Manajemen menyadari bahwa perjalanan musim ini tidak akan mudah. Dengan memulai dari minus dua poin, Java United harus mampu mengumpulkan poin secara konsisten agar dapat mengejar ketertinggalan sekaligus bersaing dengan klub-klub lainnya.

Karena itu, setiap kemenangan memiliki arti penting.

Dua poin yang hilang di awal kompetisi bukan dianggap sebagai akhir perjalanan, melainkan tantangan tambahan yang harus dijawab melalui performa di atas lapangan.

Alan menegaskan, manajemen Java United FC juga berkomitmen membangun klub secara profesional dan berkelanjutan.

Pemenuhan regulasi, termasuk kewajiban dalam proses lisensi klub, menjadi bagian penting dari perjalanan Java United sebagai klub yang ingin memiliki fondasi kuat dalam kompetisi sepak bola Indonesia.

Klub memastikan akan terus menjaga pemenuhan kewajiban lisensi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dengan demikian, perhatian Java United FC kini tertuju pada satu hal: mengubah kondisi minus dua poin menjadi motivasi untuk meraih sebanyak mungkin kemenangan.

Perjalanan masih panjang. Dan bagi Laskar Kepodang Emas, perjuangan mengejar poin dimulai sejak peluit pertama kompetisi musim 2026/2027 berbunyi. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp