“Pergantian nama atau daerah tidak mengganggu sama sekali. Kami juga punya komitmen di sini. Ini urusan manajemen, tetapi kami selalu punya semangat di mana pun berada untuk melakukan pekerjaan dengan baik, maksimal, dan sukses,” tegasnya.
Kehadiran Java United FC di Semarang juga diharapkan mampu membangun gairah baru sepak bola Jawa Tengah.
Fabio berharap perubahan identitas tersebut dapat menjadi magnet bagi suporter untuk datang langsung ke Stadion Jatidiri dan memberikan dukungan kepada tim.
“Kita berharap kedatangan Java United ini bisa memancing semangat suporter supaya mereka hadir di stadion. Kami mencoba memberikan gambaran dan ekspektasi yang tinggi buat mereka untuk melihat kami. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk penonton dari Jawa Tengah,” ungkap Fabio.
Salah satu daya tarik utama skuad Java United FC musim 2026/2027 adalah keberadaan dua pemain yang sudah tidak asing bagi pencinta sepak bola Indonesia, yakni Ciro Alves dan David da Silva.
Keduanya memiliki pengalaman panjang di kompetisi sepak bola Indonesia dan diproyeksikan menjadi bagian penting dari kekuatan Java United FC.
BACA JUGA: Kongres Biasa PSSI Resmikan Malut United Ganti Nama Jadi Java United FC, Pindah Semarang dan Markas Jatidiri
Fabio mengakui pengalaman Ciro Alves dan David da Silva menjadi aset berharga bagi tim. Namun, ia menegaskan Java United FC tidak akan bergantung kepada satu atau dua pemain saja.
“Tentu Ciro dan David akan menjadi andalan tim. Kalau saya bicara semua pemain yang kita punya, saya akan bicara semua nama pemain. Ciro dan David adalah pemain yang punya pengalaman besar di Indonesia,” jelasnya.
Fabio bahkan mengaku sudah beberapa kali menghadapi kedua pemain tersebut ketika masih menangani tim lain.
“Saya sudah pernah melawan mereka beberapa kali dan saya juga sudah melawan pemain-pemain bagus di sini. Jadi, kami akan membangun tim bukan hanya untuk satu pemain. Tetapi kami akan punya skuad yang dapat bermain,” lanjutnya.





