SEMARANG, beritajateng.tv – Java United FC harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Isenmulang Kalteng FC dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (20/10/2026) sore WIB.
Sempat tertinggal lebih dulu, Laskar Kepodang Emas mampu bangkit melalui gol sundulan Gustavo Almeida.
Namun, sejumlah peluang pada babak kedua belum mampu membawa Java United membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan.
Isenmulang FC membuka keunggulan melalui Kenji Nishioka pada menit ke-64. Java United merespons empat menit kemudian lewat sundulan Gustavo Almeida pada menit ke-68, sekaligus mengubah skor menjadi 1-1 hingga pertandingan berakhir.
Kapten Java United, Gustavo Franca, menilai timnya perlu lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, terutama ketika menghadapi lawan yang menerapkan pertahanan rapat.
“Kami harus lebih teliti dengan sekecil apa pun peluang mencetak gol. Perlu kesabaran lebih juga untuk menciptakan peluang ketika lawan bermain bertahan,” ujar Franca.
Pelatih Java United FC, Fabio Lefundes, mengakui timnya menghadapi tantangan ketika Isenmulang FC memilih bermain lebih defensif. Situasi tersebut membuat para pemain harus bekerja ekstra untuk menembus pertahanan tuan rumah.
Menurut Lefundes, tekanan semakin terasa ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir. Karena itu, Java United berupaya mengubah pendekatan permainan agar bisa meningkatkan daya serang.
“Kami sudah mengetahui bahwa lawan akan bermain dengan pertahanan rapat untuk meraih hasil. Permainan seperti itu akan semakin menyulitkan saat mendekati akhir laga,” kata Lefundes dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Java United melakukan tiga pergantian pemain secara bersamaan dengan memasukkan Ciro Alves, Kaio Nunes, dan Muhamad Firli pada menit ke-65.
Pergantian tersebut dilakukan setelah gol Isenmulang FC menjalani pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) sebelum akhirnya di sahkan.
BACA JUGA: Dramatis di Jatidiri! Java United Kalahkan Bali United 3-2, Ciro Alves Jadi Pembeda
Lefundes menjelaskan, tim pelatih telah merencanakan perubahan komposisi pemain sembari menunggu keputusan wasit.
“Kami merespons pendekatan lawan dengan melakukan perubahan strategi dan pemain. Wasit butuh waktu sekitar empat menit untuk mengecek VAR. Pada fase inilah kami berencana membuat perubahan, apa pun keputusan yang wasit ambil,” jelasnya.
Strategi tersebut langsung memberikan dampak positif. Java United berhasil menyamakan kedudukan melalui Gustavo Almeida, dengan Ciro Alves yang berperan sebagai eksekutor tendangan sudut dalam proses terciptanya gol.
Secara statistik, Java United mencatatkan 13 percobaan tembakan sepanjang pertandingan, dengan empat di antaranya mengarah ke gawang.
Tim tamu juga memperoleh tujuh tendangan sudut dan berhasil mengonversi salah satunya menjadi gol penyeimbang.
Meski mampu menciptakan sejumlah peluang, Java United belum berhasil mencetak gol tambahan untuk membalikkan keadaan.
Hasil imbang ini pun belum sesuai dengan target tim yang selalu berupaya meraih poin penuh dalam setiap pertandingan.
Gustavo Franca menegaskan, hasil di Stadion Maguwoharjo akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemain.
Ia meminta rekan-rekannya tetap menjaga fokus dan konsistensi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Kami harus tetap fokus pada setiap proses yang Java United lalui. Semua pemain selalu berusaha memberikan penampilan terbaik di setiap laga,” tutur Franca.
Setelah bermain imbang melawan Isenmulang FC, Java United kini mengalihkan perhatian ke pertandingan tandang berikutnya menghadapi Persijap Jepara.
Laga Java United kontra Persijap bakal berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (24/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Laskar Kepodang Emas untuk memperbaiki efektivitas serangan. Memaksimalkan peluang, dan kembali memburu kemenangan di BRI Super League 2026/2027. (*)





