“Investasi Iran di Jawa Tengah paling banyak di wilayah Jepara, yaitu terkait dengan pemanfaatan ukiran kayu,” jelasnya.
Di sisi lain, potensi Jawa Tengah masih cukup besar. Oleh karena itu Ahmad Luthfi juga menawarkan sejumlah proyek strategis yang mungkin dapat menarik investasi dari Iran. Di antaranya sektor pariwisata, energi hijau, pengelolaan sampah menjadi energi, green hospital, kawasan perikanan terpadu, dan industri pengolahan garam.
“Provinsi Jawa Tengah penduduknya adalah 38,46 juta jiwa. Sebanyak 96% penduduknya adalah muslim. Kedekatan budaya tersebut harapannya dapat mendukung kerja sama antara Jawa Tengah dengan Iran lebih meningkat lagi,” ucap Luthfi.
BACA JUGA: Puluhan Dapur MBG di Jateng Tutup, Gus Yasin Tegaskan Tak Semua Terkendala Pencairan Dana
Sementara itu, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi mengatakan, diskusi dengan Gubernur Ahmad Luthfi dan stafnya berjalan dengan sangat baik. Diskusi awal untuk sister city antara Kota Semarang dan Yazd sudah dilakukan, selanjutnya berharap akan ada pembahasan formal untuk menyelesaikan kerja sama tersebut.
“Kami menyarankan untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, karena kerja sama di bidang budaya dan juga politik serta di organisasi internasional sangat baik antara kedua negara,” ucapnya.
Ia menyampaikan, Iran siap untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang seperti pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, peternakan, ketahanan pangan, hingga keamanan energi. Untuk bidang pariwisata ia berharap ada kerja sama paket perjalanan wisata religi ke kota-kota dan makam tokoh bersejarah Islam di Iran.
“Kami berharap kerja sama dapat dilakukan dengan Jawa Tengah. Setelah kunjungan ini saya akan menghubungi pemerintah Iran dan provinsi-provinsi yang ada di Iran untuk menjalin kerja sama dengan Jawa Tengah,” katanya. (*)
Editor: Farah Nazila





